Benarkah Kecerdasan Anak Dominan Diturunkan dari Ibu? Ini Faktanya

Malanginspirasi.com – Mungkin kita sering mendengar istilah, kecerdasan anak lebih dominan diwarisi dari ibu, ini faktanya.

Klaim tersebut membuat sebagian orang mengira bahwa gen dari ibu memegang kendali penuh dalam menentukan tingkat kecerdasan anak.

Namun, menurut sains, persoalan ini tidak sesederhana itu. Kecerdasan manusia terbentuk dari kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan yang saling melengkapi.

Dilansir dari Instagram @taulebih.id, penelitian terbaru menunjukkan bahwa baik ibu maupun ayah sama-sama menyumbang gen.

Di mana gen itu yang berperan penting dalam membentuk struktur otak dan kemampuan kognitif anak.

Gen memang memberi titik awal, tetapi bagaimana potensi tersebut berkembang sangat ditentukan oleh lingkungan tempat anak tumbuh.

Diantaranya pola pendidikan, stimulasi belajar, hingga kasih sayang yang diterima setiap hari.

Islam pun menekankan bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab bersama, bukan dibebankan kepada satu pihak saja.

Kecerdasan Anak: Warisan Genetik atau Hasil Lingkungan?

Sebagian gen yang mengatur fungsi otak memang berada pada kromosom X, sehingga memunculkan anggapan bahwa peran ibu lebih dominan.

Namun, otak manusia tak dapat dijelaskan hanya oleh satu faktor genetik.

Menurut Plomin dan Deary (2015), kecerdasan bersifat poligenik, yaitu dipengaruhi oleh ribuan variasi DNA dari kedua orang tua.

Tidak ada satu gen tunggal yang menentukan kecerdasan seseorang, sehingga kontribusi ayah dan ibu sama-sama penting.

Sains juga menegaskan bahwa genetika hanyalah satu sisi dari koin. Lingkungan memainkan peran besar dalam proses tumbuhnya kecerdasan.

Bouchard dan McGue (2003) menemukan bahwa sekitar 50–60% variasi IQ dipengaruhi faktor genetik, sedangkan sisanya ditentukan oleh lingkungan.

Fenomena Flynn Effect, yaitu peningkatan rata-rata IQ dari generasi ke generasi, membuktikan bahwa kondisi hidup, pendidikan, dan pengalaman nyata dapat meningkatkan kemampuan kognitif manusia.

Baca Juga:

Wajib Baca, 5 Strategi Ini Penting Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Pada Siswa

Penelitian jangka panjang seperti The Abecedarian Project memberikan bukti yang lebih konkret.

Anak-anak yang mendapat stimulasi intensif dan pendidikan sejak dini terbukti memiliki kemampuan kognitif serta prestasi akademik lebih baik hingga mereka dewasa (Campbell et al., 2012).

Studi ini menegaskan bahwa kecerdasan tidak hanya diwariskan, tetapi juga ditumbuhkan melalui interaksi dan pola asuh yang tepat.

Otak anak bagaikan tanah subur. Ia bisa tumbuh subur atau justru tidak berkembang, bergantung pada bagaimana orang tua merawat dan memberikan rangsangan sejak kecil.

Kehadiran, perhatian, komunikasi, dan kasih sayang adalah faktor-faktor yang sangat memengaruhi perkembangan intelektual mereka.

Kecerdasan Anak dalam Perspektif Islam

Dalam perspektif Islam, proses tumbuhnya anak bukan sekadar urusan genetik maupun pendidikan duniawi.

Al-Qur’an dan hadis mendorong adanya sinergi antara ayah dan ibu dalam menanamkan ilmu, adab, dan bimbingan spiritual.

Firman Allah dalam QS. At-Tahrim ayat 6 memerintahkan seluruh orang beriman untuk menjaga diri dan keluarga mereka, menegaskan bahwa pendidikan anak adalah amanah bersama.

Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa memberikan ilmu kepada anak jauh lebih berharga dibandingkan bersedekah satu sha’ (HR. Tirmidzi).

Pesan ini menegaskan bahwa pendidikan anak, termasuk pengembangan kecerdasannya, merupakan tanggung jawab moral dan agama bagi kedua orang tua.

Faktanya, kecerdasan anak merupakan hasil perpaduan antara kontribusi genetik dari kedua orang tua dan proses pengasuhan yang mereka jalankan bersama.

Gen membentuk dasar, tetapi lingkunganlah yang memperkuat atau bahkan mengubah potensi tersebut.

Jadi, klaim bahwa kecerdasan hanya diturunkan dari ibu tidak sepenuhnya akurat. Karena Ayah dan ibu masing-masing memiliki kontribusi genetik yang berarti dalam pembentukan otak anak.

Yang terpenting, bagaimana kedua orang tua saling bahu-membahu dalam memberikan pendidikan, perhatian, dan kasih sayang untuk menumbuhkan kecerdasan itu.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *