Membangun Kepercayaan Diri Anak untuk Mencegah Bullying

Malanginspirasi.com – Dalam Islam, anak bukan sekadar individu yang sedang bertumbuh, tetapi amanah mulia yang dijaga harkat dan martabatnya. Oleh karena itu, membangun kepercayaan diri anak menjadi langkah penting agar ia tidak mudah merasa rendah diri di tengah lingkungan sosialnya.

Kepercayaan diri bukan hanya soal keberanian berbicara di depan umum atau tampil menonjol. Namun juga perisai yang melindungi anak dari rasa intimidasi, termasuk dari perilaku bullying.

Anak yang merasa dirinya berharga akan lebih kuat secara emosional saat menghadapi perlakuan tidak menyenangkan.

Pentingnya Kepercayaan Diri Anak dalam Mencegah Bullying

Dilansir dari Instagram @nuonline_id, Islam menegaskan bahwa setiap manusia dimuliakan oleh Allah Swt.

Hal ini disebutkan melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an,

“Sungguh Kami telah memuliakan anak cucu Adam.” (QS. Al-Isra: 70).

Kesadaran bahwa dirinya bernilai akan membantu anak memandang dirinya dengan lebih positif dan tidak mudah goyah oleh ejekan atau penilaian orang lain.

Hubungan antara kepercayaan diri dan bullying sangat erat. Anak dengan kepercayaan diri yang sehat cenderung lebih berani menjaga dirinya serta tidak mudah menjadi sasaran perlakuan merendahkan.

Sebaliknya, bullying kerap menghancurkan rasa berharga anak hingga ia merasa tidak kecil. Padahal Islam melarang sikap merendahkan diri sendiri maupun orang lain.

Rasa berharga yang tertanam sejak dini akan membuat anak lebih tangguh menghadapi lingkungan sosial.

Anak perlu dibimbing untuk mengenali kelebihan yang dimilikinya sekaligus menerima kekurangan sebagai bagian dari ujian hidup.

Baca Juga:

10 Langkah Lindungi Anak dari Bullying, Salah Satunya Bangun Kepercayaan Diri

Dalam Islam, perbedaan kondisi dan kemampuan bukan alasan untuk merasa rendah. Sebaliknya, ini adalah cara untuk saling melengkapi karena tidak ada makhluk yang sempurna.

Mencintai diri sendiri juga merupakan bagian dari rasa syukur. Anak yang diajarkan untuk menghargai dirinya akan lebih mampu berdiri tegak ketika menghadapi ejekan atau perlakuan tidak adil.

Perasaan berharga ini menjadi benteng awal agar anak tidak mudah terpengaruh oleh tindakan bullying.

Selain itu, penting melatih sikap anak untuk bertutur baik. Karena Islam mengajarkan untuk berkata benar dengan cara yang baik.

Sehingga anak perlu dibiasakan untuk menyampaikan perasaannya secara tegas namun tetap sopan.

Contohnya, “Aku tidak suka diperlakukan seperti itu.” Anak juga perlu tahu bahwa tegas bukan berarti kasar, dan bersikap sopan bukan berarti lemah.

Pengaruh Lingkungan Sekitar

Kepercayaan diri anak juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang aman, penuh penghargaan, dan bebas dari penghakiman akan membantu anak tumbuh dengan rasa percaya diri yang sehat.

Dukungan orang tua dan orang dewasa di sekitarnya menjadi fondasi utama dalam menjaga anak dari dampak buruk bullying.

Kesimpulannya, membangun kepercayaan diri anak adalah upaya jangka panjang yang memerlukan nilai iman, empati, dan saling menghormati.

Anak yang kuat bukan karena tidak pernah jatuh, melainkan karena ia tahu bahwa dirinya bernilai dan layak dihormati.

Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat tumbuh menjadi pribadi tangguh yang mampu melindungi dirinya dari perilaku bullying.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *