Manfaat Bernostalgia untuk Menjaga Kesehatan Emosional

Malanginspirasi.com – Banyak yang gemar mencibir orang yang bernostalgia sebagai sesuatu yang tidak memiliki manfaat. Mereka menyebutnya sebagai melankolis dan terlalu terikat dengan masa lalu. Gagal move on. Malah ada juga yang menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan membuang-buang waktu saja.

Namun pandangan ini ternyata tidak benar. Hal itu dibuktikan dengan sebuah studi yang mengungkap manfaat orang yang suka bernostalgia justru memiliki keunggulan dalam hal kesehatan emosional dan perasaan bahagia.

Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Cognition and Emotion. Menunjukkan individu yang memiliki kecenderungan kerap mengingat-ingat kenangan indah masa lalu, memiliki lebih banyak teman dekat. Mereka juga lebih berusaha untuk menjaga hubungan persahabatan dan percintaan dibandingkan mereka yang kurang sentimentil.

Bernostalgia tidaklah eksklusif milik orang-orang tua. Remaja pun dapat merasakan dan memperoleh manfaat dari bernostalgia.

“Orang yang lebih sering merasa nostalgia dan menghargai kenangan tersebut, lebih sadar akan pentingnya hubungan mereka dan kebutuhan untuk memeliharanya,” kata Kuan-Ju Huang, peneliti utama sekaligus mahasiswa doktoral di Universitas Kyoto, Jepang, dalam pernyataan persnya.

“Ini berarti persahabatan ini lebih mungkin bertahan. Bahkan seiring bertambahnya usia dan perubahan hidup, minat, dan tanggung jawab kita,” lanjutnya.

Jaringan sosial memainkan peran penting dalam kesejahteraan seseorang, memberikan manfaat psikologis dan kognitif hingga usia lanjut, demikian menurut para peneliti.

Tiga Eksperimen

Hasil penelitian ini berasal dari tiga eksperimen yang melibatkan hampir 1.500 orang di Amerika Serikat dan Eropa.

Dalam eksperimen pertama, sekitar 450 mahasiswa sarjana di Universitas Buffalo, New York, disurvei mengenai tingkat nostalgia mereka dan jaringan pertemanan mereka.

Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang menyatakan diri nostalgis menempatkan prioritas lebih tinggi dalam menjaga persahabatan. Mereka juga memiliki jumlah pertemanan dan hubungan yang sangat dekat paling banyak.

Memori indah yang tak akan terlupa. (© Andika Oky Arisandi/Instagram)

Eksperimen kedua bertujuan untuk menemukan efek nostalgia ini di antara sekitar 400 orang dewasa AS. Peserta dengan usia rata-rata 40 tahun disurvei. Dan sekali lagi ditemukan mereka yang acap bernostalgia lebih berusaha untuk menjaga persahabatan dan memiliki pertemanan dekat terbanyak.

Eksperimen ketiga menggunakan data dari survei ilmu sosial Belanda yang berjalan lama untuk menguji efek nostalgia pada jaringan sosial selama periode tujuh tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang memang cenderung menjadi lebih nostalgis seiring bertambahnya usia.

Lebih lanjut, orang yang mendapat skor tinggi atau sedang untuk nostalgia, mempertahankan jumlah ikatan sosial yang kuat yang sama antara tahun 2013 dan 2019. Terutama bagi orang-orang tempat mereka dapat berbicara tentang hal-hal penting.

Sebagai perbandingan, mereka yang enggan mengingat-ingat kenangan indah di masa lalu, mengalami penurunan 18% dalam hubungan dekat pada akhir tujuh tahun tersebut.

Dorongan untuk Mempertahankan Hubungan

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan kecenderungan untuk mengenang masa-masa bahagia membantu orang menyadari pentingnya hubungan dan memberikan motivasi untuk mempertahankannya.

“Ada bukti yang menunjukkan bahwa dewasa muda melaporkan perasaan nostalgia sedikit lebih sering daripada orang dewasa paruh baya. Sementara orang dewasa yang lebih tua melaporkan tingkat nostalgia yang jauh lebih tinggi,” kata Huang.

Ia menambahkan alasan tingginya tingkat nostalgia berbeda antara dewasa muda dan dewasa tua.

“Transisi kehidupan selama masa dewasa awal, termasuk meninggalkan rumah keluarga dan memasuki perguruan tinggi atau dunia kerja, dapat memicu kebutuhan psikologis untuk menemukan hiburan dalam nostalgia,” jelas Huang.

“Dewasa muda mungkin mengenang masa sekolah menengah atas atau momen keluarga ketika menghadapi tantangan selama transisi ke masa dewasa. Bagi orang dewasa yang lebih tua, nostalgia lebih mungkin dikaitkan dengan pengalaman kehilangan dan pemahaman akan masa depan yang mulai memudar,” tandasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *