Sinar Terang Jadi Petunjuk: Kisah Penemuan Asta Sayyid Yusuf Talango, Destinasi Wisata Religi Sumenep

Malanginspirasi.com – Pulau Talango di Kabupaten Sumenep menyimpan salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah, yakni Asta Sayyid Yusuf bin Ali bin Abdullah Al-Hasani. Makam ulama penyebar Islam abad ke-18 ini berlokasi sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Sumenep. Lokasi makam dapat dijangkau dengan menyeberangi laut dari Pelabuhan Kalianget menggunakan perahu.

Menurut berbagai sumber sejarah, makam ini pertama kali ditemukan oleh Raja Sumenep, Sri Sultan Abdurrahman Pakunataningrat, pada tahun 1212 H atau 1791 M.

Saat itu, sepulang dari syiar Islam di Bali, sang raja melihat cahaya terang yang jatuh dari langit ke arah timur Pulau Talango. Karena penasaran, ia kemudian menyeberang untuk mencari sumber cahaya tersebut.

Setiba di lokasi yang masih berupa semak belukar, Sri Sultan mendapati sebuah makam misterius. Ketika mengucapkan salam, terdengar suara menjawab tanpa wujud yang tampak.

Setelah bermunajat memohon petunjuk kepada Allah SWT, jatuhlah selembar daun sukun bertuliskan huruf Arab:

“Hadza Maulana Sayyid Yusuf bin Ali bin Abdullah Al-Hasani.”

Dari situlah nama makam ini dikenal hingga sekarang.

Pengurus Asta Yusuf Talango, Mu’tasim Billah, menjelaskan bahwa kisah itu terus diceritakan secara turun-temurun.

“Sejak ditemukan, makam ini tidak pernah sepi peziarah. Bahkan kini menjadi tujuan wisata religi yang ramai. Setiap hari bisa ratusan orang datang, termasuk wisatawan dari luar negeri,” ungkapnya dikutip dari radarmadura.id.

Selain kisah penemuan yang penuh karomah, Sri Sultan juga menancapkan tongkat di samping makam sebelum kembali ke keraton.

Tongkat itu kemudian tumbuh menjadi pohon besar dan rindang yang hingga kini masih berdiri menaungi peziarah.

Rombongan peziarah asal Malang yang dipimpin Faiq berfoto bersama usai ziarah di Makam Sayyid Yusuf bin Ali bin Abdullah Al-Hasani, Talango, Sumenep. Ziarah ini menjadi bagian dari upaya mengenang perjuangan para ulama. Sekaligus mengambil berkah spiritual dari makam wali penyebar Islam abad ke-18 tersebut. (Ist/Media SKJ)
Suasana Menenangkan

Peziarah asal Jabung, Malang, Faiq, mengaku terkesan dengan nuansa religius di Asta Sayyid Yusuf.

“Saya datang bersama rombongan untuk berziarah. Rasanya luar biasa, suasana di sini sangat menenangkan. Ziarah ke makam Sayyid Yusuf juga mengingatkan kita untuk terus mendekatkan diri kepada Allah dan meneladani perjuangan ulama dalam menyebarkan Islam,” tuturnya.

Perjalanan peziarah menuju makam Sayyid Yusuf Talango dimulai dengan menempuh jarak sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Sumenep menuju Pelabuhan Kalianget.

Dari pelabuhan tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberangi laut menggunakan perahu tradisional sejauh 1 kilometer. Setelah menyeberang, pengunjung akan langsung tiba di Pulau Talango, tempat berdirinya Asta Sayyid Yusuf.

Kendaraan rombongan peziarah asal Malang bersama sejumlah pengendara motor tampak berada di atas perahu penyeberangan dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Talango, Sumenep. Perjalanan laut ini menjadi jalur utama sebelum melanjutkan ziarah ke makam Sayyid Yusuf bin Ali bin Abdullah Al-Hasani. (Musthofa)

Untuk sampai ke lokasi, wisatawan harus melewati gerbang Pelindo dengan biaya Rp3.000. Lalu menyeberang menggunakan perahu rakyat seharga Rp2.500 per orang.

Sesampainya di Pulau Talango, pengunjung akan disambut dengan suasana khas perkampungan Madura yang ramah.

Kini, kawasan Asta Sayyid Yusuf bukan hanya tempat berziarah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pendidikan.

Sejak 1986, berdiri Yayasan Asta Sayyid Yusuf yang menaungi MI, MTs, dan MA untuk membantu masyarakat sekitar, terutama yang kurang mampu.

Dengan sejarah dan spiritualitas yang melekat, Asta Sayyid Yusuf Talango terus menjadi magnet bagi umat Islam yang mencari keberkahan sekaligus mengenang perjuangan dakwah para leluhur.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *