Malanginspirasi.com – Nama Kiai Syamsuddin alias Buju’ Latthong begitu harum di telinga masyarakat Madura, khususnya Pamekasan. Sosok waliyullah ini dikenal sebagai tokoh karismatik yang memiliki banyak karomah dan keshalihan. Sehingga makamnya di Batu Ampar Barat menjadi tujuan utama para peziarah dari berbagai daerah.
Pada awal September ini, rombongan peziarah asal Malang yang dipimpin oleh Faiq dengan menggunakan kendaraan Hiace beranggotakan 14 orang, turut melakukan perjalanan spiritual menuju makam Buju’ Latthong.
Rombongan ini mengaku terdorong setelah mendengar kisah-kisah keteladanan dan manaqib para wali Allah yang masih terjaga di Madura.
“Kami sudah lama mendengar cerita tentang Buju’ Latthong dan para leluhurnya, termasuk Buju’ Tompeng dan Buju’ Kosambi. Kisah tirakat serta keshalihan mereka membuat kami semakin yakin untuk datang langsung berziarah,” ungkap Faiq selaku pimpinan rombongan.

Para peziarah menempuh perjalanan panjang dari Malang hingga tiba di kawasan Batu Ampar Barat. Sesampainya di lokasi, mereka bersama-sama membaca doa, tahlil, dan manaqib untuk mengharap keberkahan.
Mereka meyakini bahwa ziarah ke makam para wali bukan sekadar ritual. Tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kecintaan kepada kekasih-Nya.
Dikutip dari matamaduranews.com Kiai Syamsuddin atau Buju’ Latthong sendiri dikenal sebagai putra dari Buju’ Tompeng, seorang waliyullah besar yang masih memiliki garis nasab hingga Sunan Bonang dan Sunan Ampel.
Kisah tirakat keluarganya yang penuh dengan kesabaran dan keikhlasan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
“Semoga ziarah ini membawa keberkahan, ketenangan hati, dan semakin menguatkan iman kami,” ujar salah satu jamaah rombongan.
Tradisi ziarah makam wali di Madura hingga kini terus lestari. Kehadiran rombongan dari Malang ini menjadi bukti bahwa warisan spiritual para wali Allah tetap hidup dan menginspirasi lintas generasi.








