Malanginspirasi.com – Jika museum selalu berhubungan erat dengan benda bersejarah, seni yang menawan, dan barang langka, maka tidak dengan Avanos Hair Museum.
Museum ini menyimpan ribuan helai rambut wanita di dunia, yang dihitung hingga sekarang ada sekitar 16.000 helai, dan jumlahnya terus bertambah.
Terletak di sebuah kota indah di Avanos, Cappadocia, Turki. Museum ini menjadi destinasi wisata unik yang memikat para pelancong di seluruh dunia.
Bahkan, Guinness Book of World Records memasukkannya ke dalam daftar rekor dunia pada 1998.
Awal Kemunculan
Kisah museum ini bermula ketika seorang pemilik toko keramik, Galip Körükçü.
Ia harus berpisah dengan sahabatnya. Mereka berpisah karena sahabatnya harus meninggalkan Kota Avanos. Sehingga, sebagai kenang-kenangan, sahabatnya memberikan seikat rambutnya pada Galip.

Cerita mengharukan itu menyebar dengan cepat. Banyak wisatawan yang tersentuh dan memutuskan menyumbangkan rambut mereka ketika berkunjung ke toko Galip.
Mereka menuliskan pesan singkat di selembar kertas, lalu mengikatkannya pada helaian rambut yang mereka berikan.
Melihat antusiasme besar itu, Galip pun mengubah ruang bawah tanah tokonya menjadi museum.
Ia menempelkan ribuan ikatan rambut di dinding bahkan langit-langit ruangan, terkecuali lantai.
Seiring berjalannya waktu, museumbawah tanah ini semakin populer. Ada yang menarik dibalik itu.
Selama setahun dua kali, tepatnya bulan Juni dan Desember, Galip akan memilih hari tertentu.
Pengunjung pertama pada hari boleh memasuki museum bawah tanahnya dengan gratis dan berkesempatan mengikuti tradisi unik.
Galip mempersilahkan mereka untuk memilih 10 ikat rambut secara acak. Pemilik rambut yang terpilih akan mendapat hadiah tiket liburan ke Cappadocia yang dibiayai keseluruhan oleh Galip.

Bukan hanya itu, mereka juga mendapat kursus gratis membuat tembikar dan workshop ekslusif di bawah bimbingan Galip sendiri.
Mereka bahkan menginap gratis di wisma yang terhubung langsung dengan toko tembikar milik Galip dan Avanos Hair Museum.
Menariknya, wisatawan tidak diwajibkan menyumbangkan rambut jika hanya ingin berkunjung.
Namun, banyak yang tetap melakukannya sebagai bentuk partisipasi dan kenangan unik dari Cappadocia.
Dengan konsep yang eksentrik dan kisah penuh makan, Avanos Hair Museum membuktikan bahwa seni dan kenangan bisa hidup dalam bentuk paling sederhan.
Jadi, ketika kamu berkunjung ke Cappadocia, apakah kamu tertarik untuk mampir ke tempat ini?







