Malanginspirasi.com – Selain pelangi yang muncul setelah hujan di siang hari, langit juga menampilkan fenomena langit cantik lain yang disebut moonbow atau pelangi bulan.
Moonbow atau lunar rainbow merupakan pelangi yang terbentuk bukan karena cahaya matahari di siang hari, melainkan karena cahaya bulan yang memantul melalui tetesan air di udara.
Artinya, matahari bukan satu-satunya sumber cahaya yang mampu menciptakan busur lengkung warna-warni indah di langit.
Proses Terbentuknya
Secara spesifik, proses pembentukan moonbow sama dengan pelangi biasa. Cahaya bulan memasuki tetesan air di udara, lalu mengalami pembiasan atau “refraction.”
Memantul di dalam tetesan, kemudian mengalami pembiasan kedua (second refraction) dan terurai menjadi spektrum warna terpisah dan membentuk busur.
Perbedaannya terletak pada sumber cahayanya. Bulan hanya memantulkan cahaya jauh lebih sedikit dibanding matahari, sehingga intensitasnya lemah dan warna-warna sulit terlihat dengan mata telanjang.

Syarat Melihat Moonbow
Beberapa kondisi penting harus terpenuhi agar seseorang dapat melihat fenomena langka ini:
1. Bulan berada dalam fase full moon atau hampir penuh, dan posisinya rendah di langit (kurang dari ±42° di atas horizon).
2. Langit dalam kondisi gelap dan minim polusi cahaya agar cahaya bulan yang lemah tidak tenggelam.
3. Sumber tetesan air harus berada di sisi berlawanan dari posisi bulan, seperti hujan ringan, kabut atau butiran air dari air terjun.
4. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini terjadi 2-3 jam setelah matahari terbenam atau 2-3 jam sebelum matahari terbit.
Jika ingin menyaksikan moonbow, pastikan semua syarat tersebut terpenuhi. Pemburu fenomena ini sebaiknya memantau kalender, memeriksa prakiraan cuaca, dan memilih malam purnama di lokasi air terjun terpencil.
Menggunakan tripod dan kamera long-exposure untuk mambantu menangkap spectrum warna yang sulit dilihat oleh mata manusia.

Lokasi dan Frekusensi
Moonbow muncul jauh lebih jarang dibanding pelangi di siang hari karena kombinasi kondisinya sulit terpenuhi secara bersamaan.
Apakah moonbow pernah terlihat di Indonesia?
Bukti foto terverifikasi masih jarang ditemukan, dan belum ada catatan ilmiah internasional yang menjadikan Indonesia lokasi ikonik moonbow.
Beberapa lokasi yang terkenal untuk melihat moonbow antara lain:
– Victoria Falls (perbatasan Zambia/Zimbabwe), di mana kabut lebat dari air terjun besar membantu pembentukan moonbow dan menciptakan kondisi ideal.
– Cumberland Falls State Resort Park di Kentucky, AS, yang sering disebut “moonbow capital“, dengan air terjun setinggi 168 kaki.
– Yosemite National Park dan beberapa air terjun besar di Hawaii yang memungkinkan semprotan air dan posisi bulan rendah di langit yang sering menghasilkan moonbow.
Hawaii menjadi tempat paling popular untuk melihat moonbow, mengingat banyaknya air terjun dan hujan tropis yang sering turun.

Fenomena moonbow bukan tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menunjukkan betapa menakjubkannya alam semesta.
Pelangi malam mengingatkan kita bahwa langit malam menyimpan banyak kejutan yang jarang disadari manusia.
Dengan memahami kondisi dan lokasi yang tepat, kamu berpeluang menyaksikan lengkungan cahaya lembut di langit malam, salah satu keajaiban alam paling langka di dunia.








