Malanginspirasi.com – Pemanfaatan lahan Kampus II Polbangtan Malang yang kini berkembang menjadi Wisata Petik Anggur dan Edukasi Budidaya Anggur, yang diresmikan pada Sabtu (6/12/2025).
Menjadikannya salah satu contoh optimalisasi aset negara atau Barang Milik Negara (BMN).
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna memberikan penegasan.
Optimalisasi BMN
Ia menegaskan bahwa optimalisasi BMN memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Dudung menjelaskan bahwa tahun ini pemerintah menjalankan sejumlah program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah unggulan, hingga penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Semua program itu membutuhkan dukungan fasilitas fisik dan pembiayaan yang besar.
“Anggaran MBG saja tahun ini mencapai Rp76 triliun dan tahun depan naik menjadi sekitar Rp350 triliun. Belum termasuk program prioritas lain yang semuanya didukung Kementerian Keuangan,” jelasnya.
Menurutnya, sumber pembiayaan negara berasal dari berbagai sektor, mulai dari pajak, cukai, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Sebagian PNBP juga diperoleh melalui pemanfaatan aset negara yang dikelola DJKN.
“BMN itu dibeli pakai uang rakyat, jadi harus dipakai untuk menjalankan tugas dan fungsi. Kalau tidak dipakai, harus dimanfaatkan, jangan sampai mangkrak,” tegasnya.

Pengoptimalan Kolaborasi
Hal itu pula yang terjadi pada lahan di Kampus II Polbangtan Malang yang sebelumnya tidak terpakai.
Aset tersebut kemudian dioptimalkan melalui kerja sama DJKN, KPKNL Malang, Polbangtan Malang, komunitas Duta Peng-Angguran, dan Bank Mandiri.
Lahan yang dulu berupa area tidak aktif kini berubah menjadi destinasi agrowisata dengan berbagai varietas anggur yang tumbuh subur.
Kegiatan Grand Opening Wisata Petik Anggur dan Edukasi Budidaya Anggur ini juga menunjukkan bagaimana transformasi sebuah aset yang sebelumnya membebani anggaran dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi dan edukasi.
Kawasan seluas sekitar 6.000 m² tersebut kini menjadi lokasi wisata petik anggur, pusat edukasi budidaya, sekaligus ruang untuk kolaborasi sosial.
Artikel Terkait:
Duta PengAngguran Resmi Dibuka, 55 jenis Anggur Jadi Bahan Edukasi untuk Masyarakat
Kepala KPKNL Malang, Kurniawan Catur Andrianto, menyebut perubahan ini sebagai bukti nyata manfaat optimalisasi BMN.
Ia mengatakan bahwa pemanfaatan lahan tidak hanya menghasilkan PNBP, tetapi juga menyediakan sarana edukasi bagi Polbangtan serta ruang kreatif bagi komunitas.
“Kami mengubah lahan semak belukar menjadi aset bernilai tinggi dengan konsep mix-use. Ada dampaknya, negara mendapat pendapatan. Polbangtan mendapat sarana edukasi, Duta PengAngguran mendapat ruang kreasi, dan Bank Mandiri menyalurkan kepedulian sosialnya. Ini bentuk dari kemenangan bersama,” ujarnya.
Transformasi Lahan Kampus
Wakil Direktur Polbangtan Malang Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Hamyana, juga mendukung penuh atas transformasi lahan kampusnya menjadi pusat inovasi yang berdampak nyata.
“Ini bukan cuma pemanfaatan lahan, tetapi sebuah laboratorium kewirausahaan. Mahasiswa Polbangtan kini medapatkan akses langsung untuk belajar manajemen agribisnis secara nyata,” ujarnya.
“Berinteraksi dengan praktisi dari Duta PengAngguran dan memahami dinamika pasar. Sinergi ini memperkuat peran Polbangtan dalam mencetak agropreneur muda yang kompeten dan berdaya saing,” tuturnya.

Direktur Duta PengAngguran, Reny Wijayanti, menambahkan bahwa kawasan ini dirancang sebagai ruang rekreasi dan pembelajaran.
Ada greenhouse edukasi, sarana jogging track, hingga fasilitas magang bagi siswa sekolah dan santri. Mereka juga menggandeng UMKM serta pesantren untuk pendampingan budidaya anggur.
Dukungan besar juga datang dari Bank Mandiri. Mantan Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menyumbangkan jam tangan eksklusif “Tag Heuer” miliknya untuk dilelang dalam kegiatan amal.
Lelang tersebut juga menghadirkan karya UMKM santri, kain batik anak disabilitas, ikan koi, hingga lukisan daur ulang.
Ketua Panitia, Agus Budi Utomo, menegaskan seluruh hasil lelang akan disalurkan sepenuhnya untuk kegiatan sosial.
Hingga saat ini, wisata petik anggur telah menghasilkan PNBP mencapai Rp177,8 juta, dan diproyeksikan menjadi proyek percontohan nasional tentang kolaborasi optimalisasi aset negara.
Dudung menutup bahwa hasil transformasi ini menunjukkan bagaimana BMN yang tadinya tidak terpakai bisa memberikan manfaat besar.
“Ini luar biasa. Dari aset idle, sekarang menghasilkan ekonomi, edukasi, dan PNBP untuk pembangunan,” ujarnya.








