Malanginspirasi.com – Destinasi agro eduwisata terbaru di Kota Malang, Duta PengAngguran, akhirnya resmi dibuka pada Sabtu (6/11/2025).
Berlokasi di Bareng, Kecamatan Klojen, tempat wisata ini menawarkan pengalaman lengkap mulai dari petik anggur, pembelajaran budidaya modern, hingga area rekreasi keluarga dalam satu kawasan.
Kehadirannya menjadi alternatif wisata baru yang mudah dijangkau oleh masyarakat maupun wisatawan.
Pembukaan ini menjadi langkah awal menghadirkan ruang wisata yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga memberi nilai edukatif dan peluang pemberdayaan masyarakat sekitar.
Duta PengAngguran diharapkan mampu menjadi ikon baru wisata pertanian modern dan turut memperkuat perkembangan ekonomi kreatif di Malang.
Aktivitas Menarik
Sebagai kawasan wisata yang berada di lokasi strategis, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas menarik.
Di antaranya memetik anggur langsung dari kebun, melihat proses budidaya anggur dari bibit hingga berbuah, belajar di greenhouse edukasi.
Hingga menikmati berbagai spot foto yang memperkenalkan pertanian masa kini kepada generasi muda.
Pimpinan Duta PengAngguran, Reny Wijayanti, menyampaikan bahwa pembukaan ini sekaligus menjadi langkah awal pengembangan besar ke depan.
“Kami akan memperluas budidaya anggur, baik untuk kepentingan edukasi maupun produksi. Kami ingin mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor buah, terutama anggur, sehingga pada 2030 kita bisa lebih mengandalkan produksi lokal,” ujarnya.
Dibuka untuk Publik

Reny menjelaskan bahwa kawasan ini akan dibuka untuk publik secara luas setelah 20 Desember. Hal itu karena pihaknya tengah menunggu masa kematangan buah yang diperkirakan siap di akhir bulan.
Dari total sekitar 20 greenhouse, baru 5 di antaranya yang siap panen menjelang akhir Desember.
Duta PengaAngguran sendiri memiliki sekitar 50-55 jenis anggur sebagai bahan edukasi, dengan 15 varian yang menjadi fokus budidaya.
Varian premium, termasuk jenis dari Jepang seperti Muscat dan Queen Nina, juga akan dikembangkan.
Harga anggur diperkirakan berada di kisaran Rp100.000 per kilogram, dengan kemungkinan diskon hingga Rp80.000.
Varian premium nantinya akan memiliki harga lebih tinggi seiring tingkat perawatan yang lebih kompleks.
Baca Juga:
Selain wisata petik anggur, pengunjung juga dapat membeli bibit, pupuk, serta produk turunan seperti keripik daun anggur, stik daun anggur, hingga rencana produksi manisan dan asinan.
Duta PengAngguran juga aktif mengajak sekolah sekolah untuk ikut serta, sebagai upaya mengenalkan dunia pertanian kepada pelajar hingga calon petani milenial.
“Kami ingin membangun kecintaan terhadap pertanian sejak dini agar Indonesia semakin mandiri dalam produksi buah,” tambah Reny.
Dengan resmi dibukanya kawasan ini, masyarakat Malang kini memiliki pilihan wisata edukatif yang segar, modern, dan bermanfaat. Duta Peng-Angguran siap menyambut pengunjung mulai pertengahan Desember 2025.








