Menelusuri Sejarah Malang, dari Kerajaan Kuno hingga Kota Pendidikan

Malanginspirasi.com – Kota Malang kerap dijuluki sebagai kota bernuansa Eropa di kawasan pegunungan Jawa Timur. Julukan tersebut kerap memunculkan rasa penasaran, bagaimana sebuah kota tropis di Indonesia bisa dikenal dengan sebutan Paris van Java. Untuk menjawab pertanyaan itu, sejarah panjang Kota Malang perlu ditelusuri lebih dalam.

Sejarah Berdirinya Kota Malang

Jauh sebelum bangunan bergaya Belanda dan jalan-jalan modern berdiri, wilayah Malang telah menjadi pusat peradaban penting. Salah satu bukti tertua adalah berdirinya Kerajaan Kanjuruhan.

Melalui Prasasti Dinoyo, diketahui bahwa pada masa pemerintahan Raja Gajayana. Kawasan ini sudah berkembang sebagai wilayah kekuasaan yang terorganisir. Dari sinilah fondasi awal identitas Malang mulai terbentuk.

Menelusuri Sejarah Malang, dari Kerajaan Kuno hingga Kota Pendidikan
Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yakni Prasasti Dinoyo. (Kelurahan Sumbersari)

Tak hanya sejarahnya, nama Malang sendiri juga menyimpan cerita. Salah satu legenda yang dikenal adalah istilah Malang Kucecwara, yang bermakna Tuhan akan membantu menaklukkan kejahatan.

Makna tersebut mencerminkan semangat perjuangan yang telah melekat pada wilayah ini sejak masa lampau, bukan sekadar sebagai nama geografis saja.

Perjalanan sejarah Malang kemudian berlanjut ketika wilayah ini menjadi bagian penting dari kerajaan kerajaan besar di Jawa, termasuk Singhasari.

Pada masa itu, Malang bukanlah daerah pinggiran, melainkan pusat kekuasaan tempat para raja memerintah dan peradaban besar berkembang.

Penetepan Kota Madya

Perubahan besar terjadi ketika kolonial Belanda datang dan mulai membentuk wajah Malang sebagai kota modern. Pada 1 April 1914, Malang resmi ditetapkan sebagai gemeente atau kota madya.

Penetapan ini menandai dimulainya perencanaan kota bergaya Eropa, menjadikan Malang sebagai salah satu basis penting pemerintahan kolonial.

Namun, perencanaan kota tersebut tidak lepas dari ketimpangan.

Di wilayah barat sungai, Belanda membangun kawasan elit dengan jalan lebar dan hunian mewah seperti di Ijen Boulevard yang dikhususkan bagi orang Eropa.

Menelusuri Sejarah Malang, dari Kerajaan Kuno hingga Kota Pendidikan
Kawasan Idjen Boulevard pada tahun 1940 (Facebook/Young Ahmed)

Sementara itu, kawasan timur sungai yang dihuni masyarakat pribumi berkembang tanpa perencanaan serupa.

Meski lahir dari kebijakan yang diskriminatif, tata kota peninggalan kolonial inilah yang kemudian melahirkan julukan Paris van Java bagi Malang.

Memasuki masa perjuangan kemerdekaan, Malang kembali berada di pusaran sejarah penting. Dalam kurun waktu delapan tahun, kota ini mengalami pergantian kekuasaan berulang kali.

Mulai dari pendudukan Jepang pada 8 Maret 1942, bergabung dengan Republik Indonesia pada 21 September 1945, kembali dikuasai Belanda saat Agresi Militer 1947.

Hingga akhirnya sepenuhnya menjadi bagian dari Republik Indonesia pada tahun 1950.

Deretan peristiwa ini menjadi bukti kuatnya semangat perjuangan warga Malang.

Berbagai Julukan Kota Malang

Kini, Malang tumbuh sebagai kota dengan beragam identitas. Udara sejuk menjadikannya dikenal sebagai kota dingin, warisan kolonial melekatkan julukan Paris van Java.

Sementara keberadaan banyak perguruan tinggi yang menjadikannya sebagai Kota Pendidikan. Selain itu, Malang juga berkembang sebagai Kota Wisata dan Kota Kreatif.

Baca Juga:

Hotel Niagara Lawang Jejak Kejayaan Masa Lampau yang Masih Berdiri Kokoh

Julukan kota pendidikan bukan tanpa alasan. Malang menjadi rumah bagi berbagai universitas negeri dan swasta ternama, serta institusi keagamaan seperti pesantren dan seminari.

Kondisi ini menjadikan Malang tujuan utama pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

Keunikan Malang juga tercermin dari masyarakatnya yang dikenal sebagai Arek Malang atau Arema. Karakter mereka dikenal tidak bertele tele, aktif, dan terbuka, namun tetap menjunjung nilai religius.

Inilah yang memberi warna tersendiri dan menghadirkan suasana hangat bagi siapa pun yang datang ke Kota Malang.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *