Malanginspirasi.com – Wilayah Malang Raya pada Selasa (23/6/2026) pagi hingga siang hari didominasi cuaca cerah menyengat di sebagian besar area, meski pagi hari masih diselimuti udara kabur dan kabut tebal, khususnya di Kota Malang dan Kota Batu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan kondisi ini akan berlanjut dengan potensi perubahan ke berawan pada sore hingga malam hari.
Menurut data BMKG, pagi hari (sekitar pukul 04.00-08.00 WIB) warga Kota Malang mengawali aktivitas dengan udara kabur yang cukup pekat, membatasi jarak pandang. Suhu udara berada di kisaran 20-22°C dengan kelembapan tinggi mencapai 93-97 persen.
Di Kota Batu, kabut tebal bahkan lebih dominan sejak dini hari, dengan suhu lebih dingin di angka 14-16°C dan kelembapan mendekati 98-99 persen.
Memasuki siang hari (pukul 10.00-15.00 WIB), sinar matahari terasa menyengat di Kota Malang dan sebagian besar Kabupaten Malang. Suhu maksimal diprediksi mencapai 28-30°C di perkotaan, bahkan hingga 31-32°C di dataran rendah Kabupaten Malang. Langit cerah berawan hingga cerah terik mendominasi.
Sementara itu, di dataran tinggi seperti Pujon, Ngantang, dan Kasembon, suhu lebih sejuk di kisaran 20-26°C dengan cerah berawan. Kabupaten Malang secara umum menunjukkan variasi: cerah terik di zona dataran rendah dan pesisir selatan (seperti Bantur dan Donomulyo), serta potensi kabut pagi di kawasan pegunungan.
Menjelang sore dan malam hari (setelah pukul 16.00 WIB), kondisi beralih ke berawan tebal di banyak tempat. Suhu turun kembali ke 19-24°C, disertai potensi udara kabut pekat yang menyelimuti wilayah, terutama di Kota Batu dan dataran tinggi. Peluang hujan ringan lokal tipis sekitar 20 persen ada, meski tidak merata. Angin bertiup tenang hingga sedang dari arah timur-tenggara dengan kecepatan 2-15 knot.
Di perairan selatan Malang, cuaca cerah berawan hingga udara kabur pada pagi-siang, dengan potensi hujan ringan sore hari. Gelombang sedang (1,25-2,5 meter) dan angin sedang mengharuskan nelayan serta pengguna perahu meningkatkan kewaspadaan.
BMKG Juanda juga mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur, termasuk Malang Raya, berupa hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat pada siang hingga malam. Masyarakat diimbau waspada terhadap jalan licin dan penurunan jarak pandang.
Secara keseluruhan, prakiraan ini mencerminkan pola musim kemarau transisi di Malang Raya, di mana siang hari cerah kontras dengan pagi dan malam yang dingin serta berkabut. Warga disarankan memantau update terkini melalui situs resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG untuk penyesuaian aktivitas, terutama bagi pengendara dan pelaku wisata di kawasan pegunungan.







