Malanginspirasi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di kawasan Malang Raya pada hari ini, Jumat (7/8/2026), secara umum masih didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Wilayah Malang Raya saat ini masih berada dalam puncak musim kemarau. Sehingga fenomena penurunan suhu tajam pada malam dan dini hari atau yang dikenal warga setempat dengan istilah “bediding” diperkirakan masih akan terasa, terutama di kawasan dataran tinggi.
Di Kota Malang, kondisi udara kabur diperkirakan terjadi di sejumlah kecamatan. Suhu udara berkisar antara 18–31°C dengan kelembapan sekitar 41–89 persen. Kecamatan Blimbing, Klojen, Kedungkandang, dan Lowokwaru umumnya berstatus udara kabur, sementara di Sukun sempat tercatat cerah di sebagian prakiraan.
Sementara itu, di Kabupaten Malang, cuaca serupa mendominasi. Banyak wilayah diprakirakan mengalami udara kabur atau kabut/asap, terutama di daerah dataran tinggi. Suhu cenderung lebih sejuk dibandingkan Kota Malang, berkisar 13–28°C tergantung ketinggian lokasi.
Fenomena ini merupakan kelanjutan dari kondisi malam sebelumnya, saat kabut mulai menyelimuti wilayah dataran tinggi seperti Ampelgading dan Pujon sejak petang, sebelum meluas ke kawasan lain termasuk Bululawang, Dampit, Dau, Gondanglegi, Jabung, Kalipare, Karangploso, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, dan Lawang menjelang dini hari.
Kota Batu, sebagai daerah pegunungan, turut diselimuti kabut secara merata di tiga kecamatannya yakni Batu, Bumiaji, dan Junrejo, dengan suhu udara minimum berkisar 14 hingga 25°C.
Peluang hujan hari ini tergolong sangat kecil, sejalan dengan karakter cuaca kering yang mendominasi Jawa Timur selama beberapa pekan terakhir.
Bediding Masih Terasa
BMKG menjelaskan bahwa suhu dingin (bediding) yang menusuk pada pagi dan malam hari disebabkan oleh dominasi angin kering yang bertiup dari benua Australia melintasi Jawa Timur, kondisi khas yang terjadi setiap puncak musim kemarau. Fenomena ini turut meningkatkan potensi kekeringan vegetasi dan risiko kebakaran hutan serta lahan di sejumlah kawasan pegunungan.
BMKG Maritim juga mengingatkan potensi gelombang sedang hingga tinggi di perairan Samudra Hindia selatan Jawa Timur akibat angin timur hingga tenggara yang masih dominan.
Nelayan dan pengelola wisata bahari di pesisir selatan Malang diimbau meningkatkan kewaspadaan sebelum melaut. Adapun wisatawan disarankan tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai mengingat gelombang dapat berubah sewaktu-waktu.
Bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pegunungan seperti Kota Batu dan wilayah utara Kabupaten Malang, waspadai jarak pandang yang berkurang akibat kabut pada dini hari dan malam hari, khususnya bagi pengendara yang melintas di jalur pegunungan.








