Produksi Ikan Air Tawar Naik, Warga Malang Panen Cuan Budidaya Ikan

Malanginspirasi.com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengungkapkan bahwa produksi ikan tawar pada awal tahun 2025 menaik.

Yang awalnya tercatat 158,6 ribu ton pada tahun lalu menjadi 160 ribu ton.

Menurutnya potensi budidaya ikan tawar di Malang cukup besar meskipun dengan lahan terbatas.

Masyarakat saat ini banyak menggunakan media seperti kolam terpal dan budidamber (budidaya ikan dalam ember) untuk mengembangkan usaha di bidang perikanan.

“Ini cukup menjanjikan bisa menambah pendapatan, menambah sumber protein dan dalam rangka ketahanan pangan di tingkat warga, RT dan RW maupun kelompok pembudidaya ikan,” ujar Slamet.

Potensi dan Target Produksi

Data Dispangtan mencatat bahwa hingga 2025 tersapat 751 pembudidaya ikan yang aktif di Kota Malang.

Terdapat berbagai jenis ikan yang dibudidayakan, terutama nila, lele, dan gurami.

Pemerintah Kota Malang menargetkan budidaya ikan di 2025 ini 160 ribu ton dan dilakukan secara konsisten tiap tahun.

Produksi Ikan Air Tawar Naik, Warga Malang Panen Cuan Budidaya Ikan
Wali Kota Malang saat memberikan sambutan kepada peserta pelatihan budidaya ikan. (Agung)

“Dan untuk tahun 2024 ini menggambarkan bahwa kegiatan produksi ikan, baik budidaya air tawar dengan menggunakan media ember, kolam terpal, dan kolam permanteng tanah cukup signifikan perkembangannya di Kota Malang,” katanya.

Dukungan Pelatihan dan Pendampingan

Selain menyediakan pelatihan, Dispangtan juga memberikan pendampingan yang berkelanjutan kepada penyuluh bidang pertanian, termasuk monitoring dan evaluasi lapangan.

Ia juga menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus ke budidayanya saja akan tetapi pengolahan hasil panen ikan.

“Selain membudidaya, akan kami beri pelatihan pengolahan pangan berbasis atau berbahan dari ikan, sehingga tidak hanya menjual secara segar, bisa secara olahan,” ucapnya.

Dispangtan juga mengalokasikan anggaran sebesar 200 juta setiap tahun untuk mendukung budidaya ikan air tawar ini.

Anggaran ini dipakai mulai dari pelatihan, penyediaan sarana dan prasana, hingga pemberdayaan kelompok masyarakat.

Selain perikanan, Slamet juga mengembangkan program lain seperti ternak ayam, pekarangan, termasuk urban farming.

Sebagai penutup, Slamet menambahkan bahwa budidaya ikan air tawar ini merupakan hal positif untuk upaya peningkatan ketahanan pangan di Kota Malang.

Dengan memanfaatkan lahan sempit baik menggunakan kolam terpal atau ember, masyarakat dapat memenuhi kebetuhuan gizi dan juga memperoleh penghasilan tambahan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *