Malanginspirasi.com – Sebuah UMKM minuman Es Teler Bu Win di Malang mendadak viral dan kebanjiran pesanan setelah unggahan pemiliknya di platform X (@sylveris_) mendapat respons luas dari warganet pada (20/11/2025).
Berawal dari promosi karena sepi pembeli di musim hujan, cuitan tersebut justru berubah menjadi momentum yang tak terduga.
Dalam unggahannya, pemilik UMKM Es Teler Bu Win, Viola, menuliskan permohonan dukungan untuk usahanya yang sedang lesu.
Ia menawarkan es teler creamy seharga Rp10.000 per cup serta membuka pesanan “Jumat Berkah” untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Respons dari warganet melampaui perkiraannya. Hingga hari ini, cuitan tersebut telah ditonton lebih dari 250 ribu kali dan mengantongi lebih dari 5 ribu like, sebuah capaian yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Sebenarnya nggak ekspek akan dilihat orang sebanyak itu. Saya kira cuma lima ribu atau sepuluh ribu orang. Ternyata malah viral sampai ratusan ribu,” ujar Viola saat ditemui Malang Inspirasi, Jumat siang (5/12/2025).
Tak hanya viral, unggahan tersebut membawa dampak langsung.
Pesanan mulai berdatangan, baik dari pembeli dalam kota maupun luar kota. Bahkan, pesanan untuk program Jumat Berkah datang dari Sumatra hingga Jakarta.
“Yang pesan buat Jumat Berkah itu banyak dari luar Malang, kayak dari Sumatra dan Jakarta,” tuturnya.
Viola menjelaskan, musim hujan menjadi faktor utama menurunnya penjualan produknya. Dalam dua minggu awal November, ia hanya mampu menjual tiga hingga lima cup per hari.
Baca Juga:
Pelaku UMKM Perempuan Taman Singha Merjosari Bertahan di Tengah Keterbatasan Literasi Keuangan
“Karena hujan orang cenderung cari yang hangat. Sedangkan saya jual es teler. Jadi, saya putar otak gimana caranya supaya laku,” ungkapnya.
Media Promosi X
Di tengah maraknya UMKM memanfaatkan TikTok dan Instagram, Viola justru memilih X sebagai media utama untuk promosinya.
Menurutnya, jangkauan X lebih luas dan interaksinya lebih cepat dibanding Instagram yang dinilainya cenderung hanya menjangkau lingkaran pertemanan.
“Sosial media yang saya punya cuma X dan Instagram, tapi Instagram menurut saya jangkauannya kurang luas, cuma teman-teman aja. Saya belum terlalu ngerti TikTok waktu itu,” jelasnya.

Setelah cuitannya viral, Viola mengaku usahanya sangat terbantu. Selain pembelian langsung, banyak juga yang memesan titipan Jumat Berkah untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.
“Sejak cuitan itu viral, saya merasa sangat terbantu. Ada yang datang langsung beli, ada juga yang nitip Jumat Berkah. Saya tidak menyangka dukungannya sebesar ini,” ujarnya.
Viola tidak pernah membayangkan bahwa curahan hati sederhana yang ia unggah dapat menjangkau ratusan ribu orang dan mengubah kondisi usahanya dalam waktu singkat.
Fenomena ini membuktikan bahwa media sosial dapat menjadi jembatan yang kuat bagi pelaku UMKM.
Lewat satu unggahan, peluang baru dapat terbuka, penjualan meningkat, dan usaha tetap bernafas di tengah tantangan ekonomi.








