UMKM Frutassence Malang Hadirkan Inovasi Jus Buah Sehat Tanpa Gula dan Air, Siap Tembus Pasar Luar Kota

Malanginspirasi.com – Menawarkan jus murni tanpa tambahan gula dan air, UMKM Frutassence milik Dihin asal Kota Malang mencuri perhatian pengunjung Mall Malang City Point.

Produk minuman sehat berbasis buah premium ini diklaim diolah dengan metode khusus untuk menjaga kandungan nutrisi. Sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan gaya hidup sehat.

“Produk yang saya jual ini cold-pressed juice. Jadi jus kami tanpa gula dan tanpa air. Minuman sehat,” ujar Ibu Dihin saat ditemui wartawan Malang Inspirasi.

Dihin menjelaskan, usaha tersebut mulai aktif dijalankan sejak awal 2025, setelah melalui proses sertifikasi halal dan persiapan perizinan BPOM.

Ia menegaskan bahwa kualitas bahan baku menjadi prioritas utama dalam produksinya.

“Saya aktif awal tahun 2025. Jadi kita lebih aktifnya setelah halal keluar, dan sekarang sedang proses untuk BPOM. Pastinya buah-buahan yang kami pakai adalah buah premium,” ungkapnya.

Latar Belakang Lahirnya Frutassence
UMKM Frutassence Malang Hadirkan Inovasi Jus Buah Sehat Tanpa Gula dan Air, Siap Menembus Pasar Luar Kota
Produk cold-pressed juice yang dijual di stand Mall Malang City Point. (Ananda Putri Noviana)

Latar belakang berdirinya usaha ini berawal dari tugas akademik keponakannya yang menempuh pendidikan di Universitas Ciputra.

Dari tugas tersebut, muncul gagasan untuk mengembangkan produk unggulan Kota Malang yang berbeda dari kebanyakan.

“Awalnya ini tugasnya keponakan saya di UC untuk memaksimalkan produk unggulan Kota Malang. Tapi akhirnya kita berpikir, semua sudah keripik tempe, sudah kopi, kenapa kita tidak bikin minuman sehat saja,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemilihan minuman sehat juga dilandasi keinginan untuk mendorong perubahan pola hidup masyarakat.

“Insyaallah mulai sekarang kita harus berubah gaya hidup, dari yang istilahnya toksik menjadi buah untuk menutrisi tubuh kita,” katanya.

Proses Produksi

Dalam proses produksinya, Dihin masih menangani langsung seluruh tahapan, termasuk pengendalian mutu.

Hal ini dilakukan karena pengolahan jus cold-pressed membutuhkan penanganan khusus.

“QC-nya masih kami sendiri, karena ini butuh penanganan yang spesifik. Mencucinya saja pakai air mineral yang sudah demineralisasi. Jadi kualitasnya insyaallah masih bisa diadu dengan yang lain,” jelasnya.

Produk jus tersebut diproses menggunakan mesin press jus khusus.

“Buah dingin itu di-press, airnya keluar. Ini benar-benar cold-pressed,” ujarnya.

Menariknya, limbah ampas buah tidak dibuang begitu saja.

“Sampah buahnya kami olah jadi pupuk organik. Jadi semuanya termanfaatkan,” tambahnya.

Untuk varian produk, Dihin menyebutkan terdapat delapan varian jus dengan kombinasi buah dan sayur yang berbeda.

UMKM Frutassence Malang Hadirkan Inovasi Jus Buah Sehat Tanpa Gula dan Air, Siap Menembus Pasar Luar Kota
Varian cold-pressed juice dari UMKM Frutassence. (Ananda Putri Noviana)

Variannya antara lain lacta boost, orange fuision, purple fusion, green fusion, red fusion, yellow fusion, violet fusion, lime fusion, dan brown fusion.

Namun, pada kesempatan tersebut hanya enam varian yang tersedia.

“Sebenarnya ada delapan varian. Tapi yang saya bawa hari ini enam, karena ada bahan baku yang susah, seperti red lettuce dan kiwi. Itu kemarin sudah sold out dan belum produksi lagi,” jelasnya.

Seluruh varian dijual dengan harga yang sama.

“Harganya Rp25.000, semua sama,” katanya singkat.

Pemasaran Frutassence

Selain penjualan langsung di toko yang berlokasi di jalan Ananas No.27, Pisang Candi, Kecamatan Sukun, pemasaran produk dilakukan melalui media sosial dan platform digital.

“Sementara kita lewat Instagram, TikTok, dan Shopee. Kita juga sering ikut event,” ujar Dihin.

Ia menambahkan, produk ini telah menjangkau pasar luar kota.

“Sekarang kita sudah kirim ke Jakarta, Banyuwangi, Bandung, Semarang. Ada juga yang dari Jakarta bilang, ‘boleh reseller enggak?’ dan itu kita buka,” ungkapnya.

UMKM Frutassence Malang Hadirkan Inovasi Jus Buah Sehat Tanpa Gula dan Air, Siap Menembus Pasar Luar Kota
Dihin, owner Frutassence, saat berbicara dengan wartawan Malang inspirasi. (Ananda Putri Noviana)

Meski tanpa pengawet, Dihin memastikan produk tetap aman dikonsumsi dengan penyimpanan yang tepat.

“Kalau dalam kondisi beku, bisa tahan lebih dari satu bulan. Selama seal-nya belum dibuka, aman,” jelasnya.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa produk tersebut pernah dibawa ke luar negeri.

“Kemarin dibawa umrah ke Mekkah enggak apa-apa, dibawa ke Jepang juga enggak apa-apa, sampai ke Denmark juga aman. Dibawa dalam kondisi beku,” katanya.

Bahan baku buah sebagian besar berasal dari Malang dan Batu.

“Kalau apel, kita pakai apel khas Malang, apel Manalagi. Kita tunggu sampai kuning. Yang lain dari langganan di Batu,” tuturnya.

Hal ini juga menjadi alasan harga produk dinilai relatif terjangkau.

Baca Juga:

Tera Sari Kombucha Hadirkan Inovasi Minuman Fermentasi Nusantara di Kanjuruhan Fashion Kalcer

“Kalau di Jakarta dibilang murah. Dibandingkan beli kopi mahal, kita ingin mengalihkan kebiasaan, minimal seminggu dua kali minum jus untuk mencukupi nutrisi,” ujarnya.

Menutup perbincangan, Dihin yang juga merupakan pembina UMKM Kota Malang menyampaikan harapannya agar UMKM di Kota Malang dapat berkembang bersama.

“Penginnya Malang maju bersama. UMKM Kota Malang ayo unggul bareng,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kemasan dan keberanian promosi bagi pelaku UMKM.

Packaging itu utama. Promosi harus sering ikut event UMKM. Kalau kita berani, produk kita juga akan naik kelas,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *