Malanginspirasi.com – Laju inflasi di Kota Malang pada Juni 2026 menunjukkan tekanan yang lebih kuat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, meski secara keseluruhan masih berada dalam kisaran yang aman. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,43 persen. Secara kumulatif (year-to-date/y-to-d) sepanjang Januari hingga Juni mencapai 1,66 persen, sementara inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) berada di level 3,16 persen.
Angka ini menempatkan Malang di bawah inflasi nasional Juni yang mencapai 0,44 persen, serta sedikit lebih rendah dibandingkan Surabaya (0,46 persen).
Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin menegaskan bahwa kondisi harga di daerahnya relatif terjaga meski menghadapi faktor musiman.
Transportasi dan Kenaikan BBM
Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 0,31 persen. Pemicu utamanya adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Harga Pertamax misalnya melonjak dari Rp12.300 per liter pada Mei menjadi Rp16.250 per liter pada Juni 2026. Pertamax Turbo juga naik dari Rp19.900 menjadi Rp20.750 per liter.
Baca Juga:
Kenaikan ini bertepatan dengan musim libur sekolah yang meningkatkan mobilitas masyarakat, termasuk lonjakan tarif angkutan udara.
Selain itu, komoditas hortikultura seperti bawang merah dan bawang putih ikut menyumbang inflasi akibat keterbatasan pasokan menjelang masa panen. Pedagang kecil dan konsumen rumah tangga menengah bawah paling merasakan dampaknya, terutama ketika harga pangan strategis ikut naik.
Komoditas lain seperti telepon seluler juga turut memberikan andil.
Di sisi lain, beberapa komoditas pangan berhasil menahan laju inflasi lebih tinggi. Penurunan harga daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, dan udang basah memberikan efek deflasi yang membantu menjaga stabilitas harga secara umum.
Secara year-on-year, inflasi Malang sebesar 3,16 persen masih lebih rendah dibandingkan Jawa Timur (3,36 persen). Penyumbang utama dalam hitungan tahunan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan emas perhiasan, bensin, beras, minyak goreng, serta sigaret kretek mesin sebagai komoditas kunci.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang terus mengaktifkan program seperti warung tekan inflasi dan MBOIS (Ekosistem Kolaborasi Pengendalian Inflasi) untuk menjaga pasokan dan harga kebutuhan pokok.
BPS mengingatkan agar waspada terhadap potensi tekanan baru di Juli, seperti biaya pendidikan saat musim ajaran baru.









