Malanginspirasi.com – Universitas Ma Chung konsisten berkomitmen menjaga nilai-nilai dan mendorong semangat sosial generasi muda dimana salah satu penerapannya adalah pada giat China Festival (ChiFest 2025).
Ketua Pelaksana kegiatan ChiFest 2025 Universitas Ma Chung, Erica Adriana, SE., MM, mengatakan bahwa ChiFest bukan sekadar panggung kekayaan budaya Tionghoa. Namun juga sebagai ajang kolaborasi, edukasi, dan aksi nyata untuk masyarakat.
“ChiFest UMC tak hanya jadi ajang perayaan. Namun juga sarana menyalurkan energi positif yang menginspirasi serta mempersatukan berbagai elemen masyarakat,” sebut Erica saat acara Media Gathering yang berlangsung di Oura Café Jln Pahlawan Trip Malang pada Jumat (13/6/2025) malam.
Festival yang akan berlangsung pada 26 hingga 27 Juli 2025 ini hadir dengan ragam kompetisi menarik seperti Kids Fashion Show, kemudian Lomba Mewarna, serta Kids Singing.
Kategori peserta juga beragam, yakni untuk jenjang SMP dimana peserta dapat mengikuti lomba Story Telling.
Sedangkan bagi peserta berusia 15–21 tahun, berkesempatan asah kemampuan lewat lomba Cerdas Cermat, atau Short Video Competition bagi siswa SMA dan mahasiswa.
Para mahasiswa juga dapat adu kreativitas dengan mengikuti Social Media Competition.
Tionghoa Art and Culture Expo
Keseruan lainnya adalah kehadiran Tionghoa Art and Culture Expo yang akan menghadirkan pameran lukisan serta fotografi yang sarat makna dan nilai historis Tionghoa.
Juga Tionghoa Culture yakni pameran barang antik khas Tiongkok, instalasi interior dengan nuansa Tionghoa, serta kelas sufa (kaligrafi Tionghoa).

Erica melanjutkan bahwa ChiFest 2025 akan menghadirkan penampilan seni tradisional Barongsai dari Eng An Kiong dan street food bazaar.
“Nantinya akan ada kuliner khas yang akan terbagi halal dan non-halal dan tentunya terpisah. Kemudian pertunjukan hiburan dari HIVI!, serta charity events dimana hal ini sebagai wujud kepedulian sosial civitas akademika Universitas Ma Chung,” papar Erica.
Charity Events tersebut, lanjut Erica, termasuk kegiatan pengabdian masyarakat yakni pembagian kacamata gratis melalui kolaborasi dengan Program Studi Optometri, kemudian donor darah, serta bakti sosial dan tes kesehatan.







