Malanginspirasi.com – Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (FRPTMA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 di UMM GKB 4 pada Kamis, (16/10).
Kegiatan ini diikuti oleh 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah dari seluruh daerah Indonesia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah yang strategis.
Yang berguna untuk memperkuat peran Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Membangun Generasi Unggul
“BP Muhammadiyah sangat menghargai forum ini dan sudah ada koridor-koridornya agar menjadi lembaga supporting untuk Islam dalam memajukan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, membangun kerjasama yang spesifik,” ujarnya.

“Kemudian memberdayakan antar perubahan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah. Sekaligus juga untuk lebih mengakselerasi peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di bidang pendidikan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Universitas Muhammadiyah Malang yang dinilainya sebagai universitas unggul dalam prestasi-prestasi.
“Kami juga terima kasih kepada UMM yang sejak 3 dekade ini selalu menjadi pusat kegiatan-kegiatan persyarikatan Muhammadiyah. Yang dampaknya tentu membawa efek kemajuan bagi perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyah yang lain,” ungkap Prof. Haedar.
Ia menyebutkan bahwa UMM telah menjadi pusat kegiatan persyarikatan Muhammadiyah selama lebih dari 3 dekade.
Serta memberikan dampak positif terhadap kemajuan perguruan tinggi lainnya.

Kemitraan Pendidikan Strategis
Lebih lanjut, Haedar menekankan pentingnya kemitraan yang strategis dengan perguruan tinggi negeri dan swasta tanpa adanya penghalang.
“Persaingan di level global makin kuat, dan juga masalah-masalah di sekitar kita, kita masih harus cari solusi. Maka yang diperlukan adalah kemitraan strategis antar seluruh lembaga pendidikan di Indonesia, baik pemerintah maupun swasta, tanpa ada sekat-sekat,” tambahnya.
Menurutnya, seluruh lembaga pendidikan harus mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki agar terwujudnya cita-cita Indonesia Emas.
“Kalau kita ingin menuju Indonesia emas, memang seluruh lembaga pendidikan harus mengkapitalisasi seluruh potensinya, dan itu hanya bisa jika kita kerja sama,” tuturnya.
Dalam penutupnya ia mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan untuk kecerdasan.
Akan tetapi juga menanamkan karakter, nilai agama, dan budaya bangsa.
“Mari kita bangun keseimbangan dalam mendidik generasi bangsa yang berakhlak mulia, cerdas berilmu, berkeahlian. Tidak kalah pentingnya selalu bersosial dengan lingkungan sekitar,” tutupnya.








