Pembukaan Tanwir XXIII, Hidupkan Semangat Kolektif untuk Negeri

Malanginspirasi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pembukaan Tanwir XXIII secara meriah di Dome UMM pada Rabu (29/10/2025).

Kegiatan nasional ini mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri” dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2025.

Tanwir sendiri merupakan sidang rutin yang menjadi forum permusyawaratan tertinggi setelah Muktamar Muhammadiyah, yang digelar dua kali selama satu periode kepemimpinan.

Ketua Pelaksana Tanwir XXIII UMM, Muh Idil, menjelaskan bahwa kegiatan kali ini sengaja dibarengkan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.

Menurutnya, keputusan tersebut bukan tanpa alasan.

 

Pembukaan Tanwir XXIII, Hidupkan Semangat Kolektif untuk Negeri
Muh Idil, Ketua Pelaksana Tanwir XXIII memberikan sambutan pembuka acara. (Fitria Nurul Iman)

“Tujuan kami melaksanakan acara ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yakni untuk mengingatkan mahasiswa bangkit kembali. Agar semangatnya ga hilang begitu saja,” jelasnya.

Kehadiran Tokoh Penting

Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional. Diantaranya Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Dibersamai oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, S.Sos. M.Si.

Datang juga Penasehat Presiden Bidang Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadaila, S.E, M.Si.

Kehadiran mereka menegaskan peran strategis UMM dan Muhammadiyah dalam membangun jembatan antara dunia akademik dan kebijakan publik.

Pembukaan Tanwir XXIII, Hidupkan Semangat Kolektif untuk Negeri
Beberapa tokoh penting nasional yang mendatangi Pembukaan Tanwir XXIII. (Fitria Nurul Iman)

Menurut Idil, pihak panitia memang sengaja menghadirkan sejumlah pejabat agar para peserta memperoleh pandangan yang lebih luas mengenai kondisi bangsa saat ini.

“Saya rasa kondisi otonomi saat ini di Malang perlu dipikirkan kembali, sehingga cocok jika kami mengundang beliau-beliau,” ujarnya.

Kelas Kebangsaan Green Democracy

Setelah acara sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan Kelas Kebangsaan. Ketua DPD RI, Najamudin, mengisi materi mengenai pentingnya konsep green democracy di Indonesia.

“Green democracy memang istilah yang agak baru. Kami mencoba mengembangkan agar demokrasi kita makin sejuk, makin pro lingkungan dan anak muda,” jelasnya.

“Menyiapkan generasi itu sesuatu yang paling penting. Pada saat yang sama kita harus memastikan bahwa kebijakan negara, ekonomi penting namun ekologi juga ga kalah penting,” tambahnya.

Pembukaan Tanwir XXIII, Hidupkan Semangat Kolektif untuk Negeri
Ketua DPD RI, Najamudin, mengisi materi Kelas Kebangsaan. (Fitria Nurul Iman)

Najamudin menjelaskan bahwa keseimbangan antara ekonomi dan ekologi merupakan tantangan besar bagi bangsa Indonesia.

Ia menekankan pentingnya kebijakan yang adil dan berkelanjutan agar tak merusak lingkungan.

“Memang tak semudah yang saya sampaikan. Justru karena tak mudah makanya kita harus mencoba agar ada keseimbangan,” pungkasnya.

Penanganan Migas Nasional

Selain sesi Kelas Kebangsaan, Menteri Bahlil berkesempatan untuk mengutarakan sejumlah isu nasional. Seperti persoalan energi dan tata kelola migas yang saat ini tengah menjadi perhatian pemerintah.

“Nanti saya akan rapat dengan mereka. Kalau ditemukan pelanggaran oleh Pertamina, pemerintah akan memberikan sanksi yang tegas,” tegas Bahlil.

“Tapi semuanya masih dalam proses. Kita harus cek dulu kebenarannya. Kita tungguh hasil dari Lemigas,” jelasnya.

Pembukaan Tanwir XXIII, Hidupkan Semangat Kolektif untuk Negeri
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil, menyampaikan permasalahan migas saat ini. (Fitria Nurul Iman)

Menteri Bahlil mengkonfirmasi pembentukan tim gabungan untuk menyelidiki dugaan masalah distribusi bahan bakar.

“Paling lama saya butuh waktu satu sampai dua hari. Ada tim khusus dari Dirjen Migas, Lemigas, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga,” ungkapnya.

“Kita belum bisa berandai-andai, apakah ada sabotase atau tidak. Semua menunggu hasil kajian tim,” tutupnya.

Dalam penutup orasinya, Bahlil memberikan beasiswa pada 10 orang penerima yang diseleksi langsung oleh DPD IMM UMM.

Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan pemetikan gawai oleh tokoh nasional yang diundang.

Melalui kegiatan Pembukaan Tanwir XXIII, UMM berharap dapat memperkuat perguruan tinggi sebagai penggerak perubahan sosial dan pengawal nilai-nilai nasional.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *