Malanginspirasi.com – Panitia Gabungan KKM Ganesha 178 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama IPNU-IPPNU Ranting Dusun Cukal menggelar kegiatan Siroh Wengi 2026 dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. 1447 H.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 19/01/2026, bertempat di Masjid Jami’ Darul Muttaqin, Dusun Cukal, Desa Bendosari.
Dihadiri oleh kurang lebih 250 jamaah yang terdiri dari kalangan pemuda hingga lansia.
Mengusung tema “Guyub Nggayuh Berkah Isra’ Mi’raj”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kebersamaan yang memadukan nilai spiritual, edukatif, dan sosial.
Tema tersebut merefleksikan semangat kebersamaan masyarakat dalam meraih keberkahan melalui peringatan peristiwa monumental Isra’ Mi’raj.
Kegiatan ini tidak hanya dimaknai secara historis, tetapi juga kontekstual dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua Pelaksana Siroh Wengi 2026, Ahmad Zainal Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ikhtiar kolektif untuk menghadirkan kembali ruang spiritual yang inklusif dan bermakna di tengah dinamika kehidupan modern.
“Melalui Siroh Wengi, masyarakat diajak untuk tidak sekadar mengenang Isra’ Mi’raj sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad saw., khususnya terkait kewajiban salat dan penguatan iman,” ujarnya.
Isra’ Miraj Desa Bendosari
Kegiatan ini menyasar masyarakat Desa Bendosari dengan harapan mampu mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
Siroh Wengi 2026 juga menjadi sarana integrasi nilai-nilai keislaman dengan kearifan lokal.
Peringatan Isra’ Mi’raj ini tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga membumi dan relevan dengan kehidupan sosial masyarakat.
Acara puncak Siroh Wengi 2026 akan diisi dengan mau’idzatul hasanah yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Sudirman An-Nahrawi, M.Ag., dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dalam tausiyahnya, beliau diharapkan dapat mengupas makna mendalam peristiwa Isra’ Mi’raj, khususnya terkait keteladanan Nabi Muhammad saw. serta urgensi salat sebagai fondasi kehidupan spiritual umat Islam.
Selain dihadiri oleh masyarakat Desa Bendosari, kegiatan ini juga akan dihadiri oleh sejumlah perangkat desa dan tokoh Nahdlatul Ulama.
Di antaranya Kepala Desa Bendosari, Ketua Syuriah dan Ketua Tanfidziyah, Ketua Muslimat, Fatayat, Ansor, serta ta’mir Masjid Jami’ Darul Muttaqin.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi simbol dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang berorientasi pada penguatan ukhuwah dan kebersamaan umat.
Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ganesha 178, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Panitia berharap Siroh Wengi 2026 dapat memberikan manfaat spiritual yang berkelanjutan serta memperkuat nilai kebersamaan dalam meraih keberkahan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. secara kolektif.







