dinMalanginspirasi.com – Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati akan menggelar pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi APBD Tahap II tahun 2026 pada Selasa 7 April 2026.
Program seleksi berlangsung pada 31 Maret lalu dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur.
Pelatihan ini membuka program pelatihan untuk Housekeeping, Pembuatan Roti dan Kue, serta Housekeeper yang akan menjadi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Proses seleksi berlangsung 31 Maret dan pengumuman kelulusan adalah pada 2 April 2026 lalu.

Peserta yang lolos seleksi program Housekeeping berjumlah 16 orang dari peserta seleksi 71 orang, sedangkan untuk program Pembuatan Roti dan Kue adalah 32 orang dari total peserta seleksi 323 orang.
Bagi mereka yang dinyatakan lolos seleksi dapat melakukan daftar ulang pada 2 hingga 6 April 2026.
“Seleksi pelatihan kali ini menjadi program prioritas gubernur untuk mengentaskan tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur,” begitu ungkap Kepala UPT BLK Wonosari Malang, Erna Wurijanti, S.T, M.T.
Ia katakan bahwa salah satu fungsi BLK Wonojati adalah untuk melakukan pelatihan berbasis kompetensi sekaligus nanti penempatan.
Baca Juga:
Ingin Magang di Jepang? Disnaker Kabupaten Malang Buka Peluang!
“Sehingga program pelatihan menjadi salah satu wujud mengurangi angka pengangguran. Untuk tahun 2026 ini adalah yang tahap kedua dimana kita membuka program pelatihan yaitu Housekeeping, Pembuatan Roti dan Kue juga Housekeeper,” lanjutnya.
Sebagai informasi, program pelatihan Housekeeping berlangsung 23 hari, sedangkan Pembuatan Roti dan Kue berlangsung 18 hari, dan Housekeeper berlangsung 40 hari.
Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue menggandeng PT Mao Bakery.
“Kami berpartisipasi dalam program dari BLK Wonojati dan berkeinginan untuk merekrut karyawan yang memang memiliki komptensi dan pengalaman juga yang sudah diberikan oleh BLK Wonojati,” begitu kata HRD PT Mao Bakery Ika Silvia Hargianti, S.E.
Sedangkan untuk pelatihan Housekeeper, BLK Wonojati mengajak partisipasi dari PT Amanah Migran indonesia.
“Pada dasarnya goal nya pelatihan itu tidak hanya untuk mendapatkan ilmu dan sertifikat saja, tetapi bagaimana seseorang yang sudah mengikuti pelatihan bisa bekerja sesuai dengan ilmu yang didapat di BLK ini,” begitu kata Direktur PT Amanah Migran Indonesia, Triningsih Chusprihanti Rahayu M.Si.
Pelatihan Berbasis Kompetensi APBD Tahap II tahun 2026 ini menjadi langkah awal para peserta mengembangkan keterampilan sekaligus meningkatkan kompetensi.
Tak hanya itu, para peserta dapat mempersiapkan diri menuju dunia kerja yang lebih profesional.







