Komunitas Senam Sasana Arjosari, Jaga Semangat dan Kesehatan di Usia Senja

Malanginspirasi.com – Di tengah hiruk-pikuk kawasan Arjosari, Kota Malang, ada satu pemandangan yang selalu menarik perhatian di pagi hari.

Puluhan warga lansia dan pra-lansia tampak bersemangat mengikuti irama musik senam di sebuah halaman rumah. Mereka adalah komunitas senam “Sasana Arjosari”, wadah kebugaran yang berdiri sejak 14 Januari 2016.

“Sasana itu nama tempat latihan, seperti tinju-tinju itu kan ada sasana sanunggalih, sasana apa gitu, dan Arjosari nama kelurahannya,” jelas Bambang, pendiri komunitas senam ini.

Sejarah Singkat Berdirinya Komunitas Sasana Arjosari

Komunitas ini didirikan sekaligus dipimpin oleh Bambang (73 tahun), yang awalnya mendapat saran untuk mendirikan kelompok senam sendiri setelah mengikuti kegiatan serupa di Polowijen, Kota Malang.

Ditanya sesepuh di sini, “Tindak pundi kok memakai pakaian senam, oh saya senam pak, loh kenapa kok jauh-jauh, mendirikan disini saja,” ungkapnya.

Dorongan datang dari warga setempat dan salah satu perangkat kelurahan waktu itu. Dibantu oleh Lurah Arjosari, mengumpulkan anggota, kemudian diberi tempat di parkiran kantor kelurahan.

“Itu 2016, tanggalnya saya catat itu 14 Januari, akhirnya dijadikan hari ulang tahun,” lanjutnya.

Seiring waktu, jumlah peserta terus bertambah. Lokasi juga telah berpindah beberapa kali hingga akhirnya mereka berpindah ke tempat yang lebih luas seperti sekarang.

Keanggotaan Komunitas Sasana Arjosari

Kini, Sasana Arjosari memiliki 74 anggota terdaftar. Mayoritas berusia antara 60 hingga 80 tahun. Anggota paling sepuh bahkan telah berusia 83 tahun.

“Anggotanya rata-rata pra-lansia. Artinya pra itu kurang beberapa tahun lagi lansia, banyak yang 70-an,” ungkap ketua komunitas ini.

Semangat mereka tak pernah surut walaupun untuk kehadiran rutin setiap hari Rabu dan Sabtu hanya sekitar 40-an orang, yang dimulai pukul 06.00 hingga sekitar 07.15 pagi.

Para lansia anggota Sasana Arjosari dengan penuh semangat mengikuti arahan instruktur senam (Maulidia Fatimah)

Status kanggotaan dalam komunitas ini sama, tidak ada batas usia dan juga profesi. Namun terdapat 11 orang yang ditunjuk menjadi pengurus.

Seperti diketuai oleh Bambang, wakil ketua yang sudah berusia 81 tahun, sekkretaris, bendahara, dan juga sesi perlengkapan.

Komunitas ini juga mengisi iuran kas Rp15.000 per bulannya. Dengan perhitungan delapan kali pertemuan dalam sebulan.

Seluruh dana ini murni digunakan untuk kegiatan bersama seperti transportasi menuju stadion atau kegiatan “senam jauh” ke berbagai daerah sekitar Malang.

Keunikan Komunitas Senam Sasana Arjosari dengan Komunitas Senam Lainnya

Uniknya, yang membuat Sasana Arjosari berbeda dari komunitas senam lainnya adalah sistem koordinasi berjenjang. Mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan (ranting), kota (cabang), hingga provinsi.

“Awalnya itu memang berdirinya di Kota Malang, di Stadion tahun 87. Kemudian makin bertambah akhirnya dibentuklah pengurus di tingkat kota, kemudian membuat anggaran dasar, rumah tangga, yang tujuannya itu ya para lansia ini ada kegiatan, ada kesibukan lagi” jelas Bambang.

Setiap bulan pada Sabtu pertama, satu cabang diwajibkan mengikuti senam bersama di Stadion Gajayana, tempat lebih dari 45 sasana berkumpul.

“Artinya Kelurahan Arjosari, Pandanwangi, Polowijen, sampe Sukun, Kedung Kandang, itu berkumpul semua, sekitar 45 sasana berarti 45 kelurahan,” lanjutya.

Di sana, gerakan-gerakan senam diseragamkan dan dikoreksi langsung oleh instruktur. Lalu, dalam tiga bulan sekali diadakan pertemuan tingkat kecamatan.

Di samping tingkat kota, terdapat juga tingkat provinsi yang diadakan perkumpulan setiap enam bulan sekali. Tingkat paling atas yakni se-nusantara, diadakan setahun sekali.

Upaya Komunitas untuk Menarik Anggota Baru

Dalam waktu tiga bulan sekali, selain di kecamatan, Sasana Arjosari membuat agenda jadwal sendiri yang dinamakan “senam jauh”. Di mana anggota berwisata sekaligus berolahraga ke berbagai lokasi seperti Santera, Pakis, dan Lembah Tumpang.

Sasana Arjosari dalam agenda “senam jauh” ke berbagai tempat di sekitar Malang (Ist/Dok Pri)

“Gerakannya sama tetapi tempatnya saja jauh. Itu mendorong yang belum menjadi anggota akhirnya kepingin ikut dan yang sudah ikut mengajak adiknya, ada yang besannya diajak,” terang Bambang.

Lebih dari sekadar olahraga, Sasana Arjosari telah menjadi ruang sosial dan rekreasi bagi para pra-lansia. Dengan biaya ringan sekitar Rp10.000 per orang, anggota bisa menikmati perjalanan bersama menggunakan angkot, membawa bekal sendiri, dan mempererat keakraban.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *