Malanginspirasi.com – Dalam upaya mewujudkan sekolah berkelanjutan, tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di MAN 5 Jombang. Kegiatan ini mengangkat tema “Metode 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace) pada Pengelolaan Sampah: Peningkatan Literasi Lingkungan untuk Mewujudkan Sekolah Berkelanjutan”.
Melalui kegiatan ini, UM menunjukkan komitmennya dalam mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat.
Tim yang terdiri dari Dr. Novika Adi Wibowo, M.Pd., Alfyananda Kurnia Putra, S.Pd., M.Pd., dan Mochammad Tri Herwanto, M.Pd.,Gr., bersama dengan empat mahasiswa UM, berhasil mengimplementasikan program ini di MAN 5 Jombang.
MAN 5 Jombang dipilih karena memiliki potensi besar untuk mengembangkan program sekolah berbasis lingkungan. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas XI dan guru pendamping dari berbagai mata pelajaran.
Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah MAN 5 Jombang yang mengapresiasi kehadiran tim dari Universitas Negeri Malang.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dan sekolah dalam mengembangkan budaya literasi lingkungan. Kepala sekolah juga berharap melalui kegiatan ini, para siswa dapat memperoleh pengetahuan praktis yang langsung diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah.
Kerjasama ini diharapkan memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pendidikan menengah atas.
Sementara Dr. Novika Adi Wibowo, M.Pd., selaku narasumber utama, menyampaikan materi mengenai konsep dasar literasi lingkungan dan pentingnya pengelolaan sampah di sekolah.
Dr. Novika memulai dengan memperkenalkan berbagai permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat, baik di tingkat lokal maupun global. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah krisis sampah plastik dan dampaknya terhadap ekosistem.
Ia menekankan bahwa literasi lingkungan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga menyangkut sikap dan keterampilan untuk bertindak ramah lingkungan.
Penjelasan Metode 4R
Metode 4R, yakni Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace, dijelaskan secara rinci kepada peserta.
Reduce mengajarkan pentingnya mengurangi penggunaan barang sekali pakai, seperti dengan menggunakan tumblr sebagai wadah air minum.
Reuse mendorong penggunaan kembali barang-barang yang masih layak pakai, seperti dengan praktik ecobrick.
Recycle memperkenalkan konsep daur ulang untuk mengolah sampah menjadi produk baru yang bernilai guna, dengan praktik ecoenzym.
Replace menekankan pentingnya mengganti produk berbahan plastik atau berbahaya dengan alternatif yang ramah lingkungan.
Selain itu, siswa juga diberikan pembelajaran untuk membedakan jenis tempat sampah dengan praktik labeling sampah.
Dalam sesi interaktif, para peserta diajak untuk mengidentifikasi jenis-jenis sampah yang paling banyak dihasilkan di lingkungan sekolah. Siswa kemudian mendiskusikan solusi berbasis prinsip 4R untuk menangani permasalahan sampah tersebut.
Kegiatan ini diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kepedulian sosial.

Menurut Dr. Novika, kegiatan seperti ini penting karena membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Pendidikan lingkungan harus dilakukan secara menyenangkan dan interaktif agar siswa dapat memahami serta menerapkan nilai-nilai lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, diharapkan MAN 5 Jombang dapat menjadi contoh sekolah berkelanjutan yang peduli terhadap lingkungan.







