Malanginspirasi.com – Universitas Ma Chung menandai usia ke-18 dengan penuh rasa semangat dan bangga, Senin (7/7/2025). Dalam perayaan Dies Natalis bertajuk “Collective Impact for Sustaining Growth”, kampus yang berdiri sejak 2007 ini mengukuhkan dua Guru Besar baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Pieter Sahertian dan Anna Triwijayati.
Pengukuhan ini sekaligus menambah jumlah guru besar Universitas Ma Chung menjadi enam.
Para jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, mitra industri, serta tokoh pendidikan dari dalam dan luar negeri, hingga Kepala LLDIKTI Wilayah VII Dyah Sawitri menghadiri seremoni di Balai Pertiwi Universitas Ma Chung itu.
Rektor Prof. Stefanus Yufra M. Taneo menyampaikan satu tahun terakhir menjadi fase penting dalam akselerasi kinerja kampus, baik dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, tata kelola kelembagaan, hingga kerja sama internasional.
“Kehadiran dua Guru Besar baru ini tidak hanya memperkaya khasanah keilmuan di lingkungan kampus, tetapi juga memperkuat reputasi Universitas Ma Chung sebagai institusi yang siap bersaing secara global,” jelas Rektor bangga.
Dua Orasi Ilmiah Soroti Kepemimpinan dan Transformasi Digital
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Pieter Sahertian mengangkat tema “Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya: Tantangan di Tengah Keragaman Global dan Etika Digital”. Ia menyoroti pentingnya pemimpin yang adaptif di tengah kompleksitas budaya dan etika teknologi.

Sementara itu, Prof. Anna membahas topik “Prosumption di Era Kapitalis Digital: Monetisasi atau Kreativitas?”. Dirinya membedah dinamika peran konsumen yang kini sekaligus menjadi produsen konten dalam ekosistem digital yang semakin masif.
Dukungan LLDIKTI dan Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera
Bangga dengan raihan Universitas Ma Chung, Kepala LLDIKTI Dyah menyebut gelar Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik. Melainkan juga amanah untuk menjadi motor perubahan sosial.
“Gelar Guru Besar adalah kehormatan sekaligus amanah. Para dosen dituntut untuk tidak hanya produktif secara ilmiah, tetapi juga menjadi motor perubahan di masyarakat,” ujarnya saat sambutan.
Senada, Ketua Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera, Bp. Tee Teguh Kinarto, turut menyampaikan optimisme terhadap arah strategis kampus. Dirinya menegaskan Ma Chung kini memasuki fase kematangan menuju visi sebagai universitas unggul, mandiri, dan pilihan masyarakat pada tahun 2027.
Dalam laporan tahunan Rektor, disebutkan bahwa Ma Chung mencatat lebih dari 125 publikasi ilmiah, peningkatan signifikan kerja sama luar negeri, dan capaian eksistensi media yang menembus 258 liputan online sepanjang tahun akademik.
Dijelaskan, lewat semangat kolektif dan dedikasi lintas elemen kampus, Universitas Ma Chung terus memperkuat peran strategisnya dalam membangun dampak bersama (collective impact) untuk mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan di bidang pendidikan tinggi.







