Malanginspirasi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui program Pengembangan Sekolah Unggulan SMPN 1 Singosari.
Guna menciptakan sekolah percontohan yang memiliki fasilitas dan tenaga pendidik terbaik, Kamis (9/10).
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menyampaikan bahwa program sekolah unggulan kini sudah mulai berjalan.
Juga mendapat dukungan dari Universitas Negeri Malang (UM) sebagai mitra pelatihan untuk para guru.
UM Jadi Mitra Pelatihan Guru Sekolah Unggulan
“Sekolah unggulan di Kabupaten Malang sendiri sekarang terberikan kemarin. Kemarin sudah di launching, hari Senin saya koordinasi dengan dinas pendidikan terkait dengan rencana untuk melihat secara langsung kesiapan mereka,” ujarnya.
“Yang rencananya untuk menerima program sekolah unggulan dan guru-gurunya sudah mulai pelatihan. Nah pelatihan ini akan diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang sebagai mitra kita untuk mewujudkan sekolah unggulan,” tambahnya.

Program Sekolah Unggulan ini diharapkan terwujud dengan baik demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Malang.
Salah satu sekolah yang tengah disiapkan adalah SMPN 1 Singosari.
Laboratorium Bahasa Jadi Prioritas Tahun Depan
Meskipun fasilitas yang sudah diberikan mencapai 90%, akan tetapi masih ada beberapa kebutuhan lain perlu dilengkapi, seperti laboratorium bahasa.
“Di SMPN 1 Singosari, belum ada lab bahasa. Jadi insya Allah kita inventarisir dan kalau memungkinkan dipenuhi di tahun 2025. Kalau tidak memungkinkan kita anggapkan di 2026,” tegasnya.
Selain itu SMPN 1 Singosari juga sudah memiliki 4 smart board, guna membantu proses pembelajaran, baik untuk guru maupun siswa.
“Fasilitas sekolah sudah 90 persen yang terpenuhi, seperti di SMP Negeri 1 Singosari sudah ada 4 smart board yang manfaatnya sangat luar biasa. Baik dari sisi murid sebagai media pembelajaran maupun dari sisi guru, karena anak-anak secara visual bisa langsung melihat,” tambahnya.
Lathifah menegaskan bahwa hasil program sekolah unggulan baru akan bisa terlihat 3 tahun yang akan datang, seiring berjalannya tahun ajaran baru 2025/2026.
“Sekolah Unggulan berjalan tahun ini, ketika kesepakatan MoU ditanda tangan, harapannya langsung berjalan tahun ini. Ini juga baru semester pertama tahun ajaran 2025-2026. Jadi outputnya bisa kita lihat 3 tahun yang akan datang,” pungkasnya.








