Malanginspirasi.com – SDN 1 Pakisaji menggelar kegiatan class meeting yang telah berlangsung sejak dua hari lalu dan masih berlanjut hingga Kamis (18/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan total 393 siswa, serta melibatkan 20 guru yang berperan aktif dalam pelaksanaan dan pendampingan kegiatan.
Sarana Penyegaran Pasca SAS
Class meeting ini dilaksanakan setelah para siswa menyelesaikan sumatif akhir semester ganjil.
Menurut Himawan Artistiyanto, Guru Olahraga sekaligus Koordinator Class Meeting SDN 1 Pakisaji, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan ruang penyegaran bagi siswa setelah melewati masa ujian yang cukup melelahkan.

“Class meeting ini kami adakan karena anak-anak baru saja selesai sumatif akhir semester. Kami ingin mereka bisa lebih fresh, tidak tegang, dan kembali menikmati suasana sekolah dengan kegiatan yang menyenangkan,” ujar Himawan.
Ia menjelaskan bahwa seluruh siswa tanpa terkecuali diwajibkan mengikuti class meeting.
Meski tengah menggelar class meeting, SDN 1 Pakisaji tetap menjalankan program Sekolah Plus Ngaji (SPN) yang menjadi bagian penting dari kegiatan sekolah.
“Melalui class meeting ini kami tetap tidak meninggalkan SPN. Bagi kami, kesehatan jasmani anak anak terwadahi melalui class meeting, sedangkan rohaninya melalui SPN. Jadwal kegiatan kami sesuaikan agar keduanya tetap berjalan beriringan,” jelasnya.
Rangkaian Kegiatan
Pada hari pertama, kegiatan class meeting diisi dengan pertandingan sepak bola mini. Kemudian hari kedua pertandingan basket. Lalu hari ini merupakan pertandingan handball.
Pertandingan dibagi berdasarkan gender, yakni tim laki laki bertanding dengan tim laki laki dan tim perempuan dengan tim perempuan.

Antusiasme siswa terlihat tinggi karena seluruh siswa diarahkan untuk berada di halaman sekolah, baik sebagai peserta maupun sebagai pendukung teman temannya.
“Hari pertama sepak bola, hari kedua basket, dan hari ini handball. Masing masing permainan kami selesaikan dalam satu hari dan setiap kelas wajib menampilkan siswanya,” tambah Himawan.
Ia menegaskan bahwa siswa yang diturunkan pada setiap cabang olahraga harus berganti ganti.
Dalam pertandingan sepak bola, setiap tim terdiri dari lima siswa laki laki dan lima siswa perempuan.
Untuk basket diikuti oleh empat siswa laki laki dan empat siswa perempuan, sementara handball juga melibatkan lima siswa laki laki dan lima siswa perempuan.
Latih Rasa Saling Percaya
Penentuan pemain diserahkan sepenuhnya kepada siswa, bukan guru kelas.
Hal ini bertujuan untuk melatih rasa percaya antar siswa, membangun kekompakan kelas, serta menumbuhkan sikap saling menghargai.
“Dengan sistem ini, anak anak belajar percaya pada teman sekelasnya, belajar menghargai lawan, dan menumbuhkan rasa solidaritas,” tuturnya.

Seluruh guru SDN 1 Pakisaji terlibat sebagai pelatih dan pendamping selama class meeting berlangsung.
Menurut Himawan, kegiatan ini tidak hanya berdampak positif bagi siswa, tetapi juga memperkuat komunikasi, kerja sama, dan rasa kekeluargaan di antara para guru.
Lebih lanjut, class meeting ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendeteksi bakat dan minat siswa sejak dini, khususnya di bidang non akademik.
“Dari class meeting ini kami bisa melihat potensi anak anak. Ada siswa kelas 1 yang koordinasi geraknya sudah bagus dan bisa diarahkan ke atletik. Jika akademik, contohnya kami bisa asah di menulis, menggambar, atau berhitung. Jika non akademik, kami arahkan ke yang non akademik juga,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan class meeting ini mampu membantu sekolah mengenali potensi siswa secara menyeluruh.
Juga menjadi bekal bagi siswa untuk meraih prestasi dan cita cita di masa depan, termasuk melalui jalur prestasi.








