Malanginspirasi.com – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., agendakan kunjungan beberapa sekolah di Kabupaten Malang pada Rabu (21/1) pagi.
Turut mendampingi kunjungan tersebut yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, dan jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang,
Kunjungan ini untuk memastikan pelaksanaan Program Sekolah Unggulan berjalan baik serta selaras dengan tujuan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang.
Kunjungan pertama adalah ke SMP Negeri 1 Karangploso dimana Sanusi dan rombongan tinjau beberapa ruang kelas.
Selain kunjungan ke kelas juga tinjauan ke Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Karangploso.
Para siswa dan guru tengah belajar menggunakan gim edukatif.
Salah satunya adalah gim berbasis Bahasa Jawa untuk perkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai budaya lokal.
Pada kesempatan tersebut, Sanusi tekankan peran guru penting untuk dorong peningkatan capaian akademik peserta didik.
Khususnya mata pelajaran (matpel) Matematika, kemudian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), serta Bahasa Indonesia juga Bahasa Inggris.
Target rata-rata nilai minimal adalah 90.
“Saat ini masih perlu ditingkatkan evaluasi peningkatan mutu,” katanya seperti dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Malang. “ Baru sembilan dari ratusan siswa yang memiliki rata-rata nilai 90.”
Kunjungan ke SD Negeri 3 Toyomarto

Setelah itu, kunjungan berlanjut ke SD Negeri 3 Toyomarto Kecamatan Singosari.
Ia tegaskan Pemkab Malang beri perhatian serius kepada sejumlah sekolah dengan jumlah peserta didik terbatas.
Sanusi sampaikan bahwa sekolah dasar (SD) dengan jumlah siswa di bawah 60 akan merger dengan sekolah terdekat.
Hal ini dilakukan sebagai upaya efisiensi dan peningkatan mutu layanan pendidikan.
Sebagai informasi, SD Negeri 3 Toyomarto hanya memiliki 46 siswa dari kelas I hingga kelas VI.
Tetapi, merger tidak dilakukan tergesa-gesa tetapi lewat kajian teknis dan sosial secara matang.
“Juga mempertimbangkan jarak tempuh siswa, aksesibilitas, serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah penerima,” katanya.
Kunjungan ke SD Negeri 1 Pagentan dan SMP 1 Singosari
Masih di Kecamatan Singosari, rombongan berlanjut ke SD Negeri 1 Pagentan.
“Setelah seluruh data dihimpun, hasilnya sebagai role model terbaik untuk pengembangan pendidikan di Kabupaten Malang,” tegas Sanusi. “Fokus kita peningkatan kualitas pendidikan, yang ditandai capaian kelulusan bernilai rata-rata 9.”
Ia katakan target ini tidak pilih-pilih tetapi harus merata di seluruh satuan pendidikan serta wajib tercapai 100 persen pada 2026.
Kunjungan terakhir adalah ke SMP Negeri 1 Singosari yang merupakan Sekolah Unggulan Kabupaten Malang.
Bupati Malang beserta rombongan tinjau berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.
Beberapa diantaranya Kelas Digital, Kelas Riset, English Corner, serta Perpustakaan dan Galeri Karya Siswa.
Sanusi sampaikan apresiasi atas inovasi pembelajaran serta capaian prestasi SMP Negeri 1 Singosari.
“SMP Negeri 1 Singosari patut jadi contoh untuk berbagai sekolah lain di Kabupaten Malang,” tukasnya. “Pengembangan inovasi pembelajaran dan prestasi siswa yang terus meningkat menunjukkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang bergerak ke arah lebih baik.”







