Lidah Mertua Jadi Penyerap Polutan di UM Demi Lingkungan Asri dan Bebas Polusi

Malanginspirasi.com – Universitas Negeri Malang (UM) melakukan langkah nyata yaitu solusi inovatif berbasis alam dengan menanam lidah mertua (Sansevieria) secara masif di area terbuka kampus.

Masalah polusi udara di area merokok serta kebutuhan ruang yang asri di kampus memang mendapat penanganan serius dari UM.

Tak sekadar penataan taman biasa, inovasi ini juga merupakan salah satu upaya menciptakan ruang yang sehat.

Hal ini terutama  dalam pengurangan polusi imbas aktivitas perokok.

Pemilihan Sansevieria bukan tanpa alasan.

Tampilannya memang kaku dan minim perawatan tetapi terbukti ampuh sebagai mesin pemurni udara alami yang luar biasa.

Lidah Mertua mampu menyerap karbon monoksida, nikotin, serta racun-racun berbahaya lainnya, dan tetap memproduksi oksigen bahkan di malam hari.

“Lidah mertua ini adalah solusi nature-based efisien dan bekerja 24 jam menyaring udara racun,” begitu kata Guru Besar Geografi UM, Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd.

Ia mengatakan bahwa pihaknya  telah memulainya dengan menanam banyak lidah mertua di sepanjang teras pascasarjana FIS UM.

Baca Juga:

Pengantaran 27 Mahasiswa AM UM di SMKN 2 Negeri Blitar, Terbanyak!

Gerakan inovasi hijau ini berlanjut dengan diikuti Rektor sekaligus Guru Besar Sejarah UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, pada Rabu, 18 Februari 2026.

Puluhan lidah mertua ditanam di beberapa titik terbuka hijau di UM, bersama-sama dengan beberapa sivitas akademika UM,

Hariyono mengatakan bahwa selain bisa menyerap polutan dan membuat kualitas udara lebih baik dan sehat, penanaman lidah mertua ini juga membuat pemandangan kampus jadi asri dan indah.

“Tanaman lidah mertua bagus untuk ekosistem yang sehat, maka dari itu perlu ditanam di beberapa area UM,” jelasnya.

Inovasi ini akan diimplementasikan secara masif dengan tujuan jelas yaitu menciptakan Green Belt atau benteng hijau di lingkungan kampus

Terakhir, Hariyono juga mengimbau para sivitas akademika untuk bisa menggerakkan penanaman lidah mertua di berbagai titik di dalam kampus.

“Mohon bantuan teman-teman untuk menggerakkan penanaman ini di fakultas atau unit masing-masing,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *