Malanginspirasi.com – Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) kembali memperkuat kolaborasi penelitian internasional bersama University of Miyazaki, Jepang, melalui studi mengenai perilaku bangau sawah (Egretta garzetta) pada lahan pertanian dengan sistem budidaya yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di lahan persawahan Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Penelitian tersebut bertujuan untuk memahami bagaimana perbedaan sistem pertanian, khususnya Complex Rice System (CRS) dan sistem pertanian konvensional, memengaruhi perilaku serta preferensi habitat bangau sawah. Studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai hubungan antara praktik pertanian dan keberadaan satwa liar di ekosistem sawah.
Kegiatan penelitian dipimpin oleh Uma Khumairoh, PhD dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya bersama Prof. Ryoko Hirata, PhD dan Prof. Satoshi Ito, PhD dari University of Miyazaki.
Penelitian ini juga melibatkan partisipasi aktif mahasiswa, yaitu 11 mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari FP UB serta 2 mahasiswa dari Fakultas Pertanian University of Miyazaki.
Selama penelitian berlangsung, tim melakukan berbagai kegiatan survei dan observasi lapangan untuk mencatat perilaku bangau sawah, termasuk aktivitas mencari makan, pola pergerakan, serta interaksi dengan lingkungan di lahan sawah CRS dan konvensional.

Menurut Uma Khumairoh, PhD, ekosistem sawah memiliki peran penting sebagai habitat bagi berbagai jenis burung air, termasuk bangau sawah.
“Sawah bukan hanya tempat produksi pangan, tetapi juga menjadi habitat penting bagi berbagai organisme, termasuk burung air. Melalui penelitian ini kami ingin mengetahui bagaimana sistem budidaya padi dapat memengaruhi keberadaan dan perilaku bangau sawah di lingkungan persawahan,” jelasnya.
Baca Juga:
Kunjungan Peneliti Dari CIRAD Perancis di FP UB Sebagai Tindak Lanjut Experiment Research
Talkshow Fakultas Pertanian UB, Dorong Smart Farming demi Kemandirian Pangan
Sementara itu, Prof. Ryoko Hirata, PhD menilai penelitian ini memberikan peluang besar untuk memahami keterkaitan antara praktik pertanian dan konservasi keanekaragaman hayati.
“Perbandingan antara sistem CRS dan pertanian konvensional memberikan perspektif yang menarik tentang bagaimana praktik pertanian dapat mendukung atau justru mengurangi kualitas habitat bagi burung,” ujarnya.
Senada dengan itu, Prof. Satoshi Ito, PhD menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam penelitian lapangan lintas negara.
“Kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan data ilmiah yang penting. Tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa Indonesia dan Jepang untuk memahami ekologi pertanian secara langsung di lapangan,” ungkapnya.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam mendukung konservasi bangau sawah serta pengembangan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain itu, kerja sama ini juga memperkuat hubungan akademik antara Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan University of Miyazaki dalam bidang penelitian dan pendidikan internasional.







