Usung Konsep Zero Waste, Mahasiswa PPG UMM Sulap Apel Anna Jadi Selai dan Pupuk Organik Cair di Desa Sumbergondo

Pendidikan7 views

Malanginspirasi.com – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kelompok 2 PPG PGSD 4 menggelar pelatihan pengolahan apel Anna menjadi selai dan pupuk organik cair (POC) bersama ibu-ibu Dasawisma Kelompok Tani Apel di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Kepemimpinan PPG UMM yang dipimpin Camelia Nur Laili, dengan bimbingan dosen pendamping Dr. Anis Farida Jamil, M.Pd.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan apel Anna secara optimal, sekaligus mengurangi limbah dari proses pengolahan.

Ilustrasi selai apel Anna, produk olahan dari pelatihan di Desa Sumbergondo, Kota Batu (PPG UMM)

Kegiatan dilatarbelakangi menyusutnya luas lahan perkebunan apel serta fluktuasi harga jual apel segar di Kota Batu.

Melalui observasi dan wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Desa Sumbergondo dan Dinas Pertanian Kota Batu pada 5 dan 7 Agustus 2026, serta analisis kebutuhan bersama Ibu RT 01 RW 01, tim menghadirkan solusi berupa pengolahan apel Anna menjadi selai bernilai ekonomi dan pemanfaatan limbah kulitnya menjadi POC.

Kondisi kebun apel di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, saat observasi lapangan tim pada Agustus 2026. (Dok. Kelompok 2 PPG PGSD 4 UMM)

Solusi Berkelanjutan dan Diversifikasi Produk

Dalam pelatihan tersebut, sembilan ibu-ibu Dasawisma Kelompok Tani Apel Desa Sumbergondo diajak mempraktikkan langsung pembuatan selai berbahan dasar apel Anna grade A, B, maupun C yang masih layak konsumsi.

Selai yang dihasilkan memiliki tekstur dan cita rasa khas yang difungsikan sebagai bahan isian (filling) berbagai olahan bakery dan pastry, seperti roti, pie, hingga nastar.

Baca Juga:

Usung Pesan Kemanusiaan dan Ramah Lingkungan, Flashlight Mob Gen. 26 Warnai Kemeriahan PESMABA UMM 2026

Tidak berhenti pada produk pangan, program ini menerapkan konsep kemandirian lingkungan bertajuk zero waste.

Kulit apel sisa dari pembuatan selai dimanfaatkan dan difermentasi menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang bernilai guna tinggi untuk mendukung sektor pertanian warga lokal.

Pada pelatihan tersebut, proses pembuatan POC didemonstrasikan langsung oleh tim kepada para peserta.

Tim Kelompok 2 PPG PGSD 4 UMM mendemonstrasikan pembuatan pupuk organik cair dari kulit apel dalam pelatihan di Desa Sumbergondo, Minggu (6/9/2026). (Dok. Kelompok 2 PPG PGSD 4 UMM)

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian juga menyerahkan Buku Saku Resep Kreasi Selai Apel serta menyelenggarakan pelatihan pengemasan higienis menggunakan kemasan glass jar berukuran 100 ml.

Produk dihias dengan label desain informatif guna meningkatkan daya saing visual dan nilai jual produk di pasaran.

Dampak Positif dan Antusiasme Warga

Hasil survei evaluasi terhadap sembilan peserta menunjukkan respons positif pada seluruh jawaban yang terisi.

Dari 89 jawaban yang dapat dianalisis, 75,28 persen berada pada kategori Sangat Setuju dan 24,72 persen pada kategori Setuju, tanpa satu pun jawaban Kurang Setuju maupun Tidak Setuju.

Penilaian tersebut mencakup kemudahan memahami materi, manfaat praktik langsung, dan kepuasan terhadap pelatihan.

Tim Kelompok 2 PPG PGSD 4 UMM bersama ibu-ibu Dasawisma Desa Sumbergondo seusai pelatihan pengolahan apel Anna, Minggu (6/9/2026). (Dok. Kelompok 2 PPG PGSD 4 UMM)

Ibu RT 01 RW 01 Desa Sumbergondo menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang dilakukan tim mahasiswa UMM.

“Saya dan ibu-ibu yang lain merasa terbantu dan senang. Kami mendapatkan ilmu baru dari mbak-mbak tentang pengolahan apel yang ternyata bisa dibuat selai dan kulitnya bisa dibuat pupuk, jadi tidak ada sampah,” ungkapnya saat dihubungi Senin (7/9/2026).

Melalui keberlanjutan program ini, diharapkan keterampilan pengolahan buah apel Anna dan pembuatan POC dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh warga Desa Sumbergondo.

Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi akademisi dan masyarakat dalam meningkatkan nilai ekonomi keluarga petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan berkelanjutan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *