Malanginspirasi.com – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK), Universitas Brawijaya (UB) memperkuat komitmennya meningkatkan kualitas tata kelola akademik melalui penyelenggaraan Sosialisasi Audit Internal Mutu (AIM) Siklus 25 Tahun 2026.
Berlangsung pada Kamis (15/10/2026) di Ruang Seminar Gedung Sentral 1.1 FBiPK UB, tampak hadir Dekan FBiPK UB, Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., seluruh Ketua Program Studi, Ketua hingga sekretaris Departemen di lingkungan FBiPK, serta para pemateri yang memberikan penguatan terkait instrumen audit dan tinjauan mutu.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya fakultas untuk memastikan pelaksanaan pendidikan tinggi berjalan sesuai standar mutu serta mendorong perbaikan berkelanjutan di setiap unit akademik.
Dekan FBiPK UB, Prof. Mangku Purnomo membuka acara tersebut.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa penjaminan mutu tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administrasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kinerja institusi.
“Audit Internal Mutu harus kita maknai sebagai sarana evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh program studi memiliki pemahaman yang sama mengenai standar mutu, capaian kinerja, serta langkah strategis yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pelaksanaan AIM diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pimpinan fakultas, pengelola program studi, dan unit penjaminan mutu. Keselarasan tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara konsisten dan terukur.
Memasuki sesi utama, kegiatan menghadirkan Dr. Muhammad Hambali, S.S., M.Pd. sebagai pemateri pertama yang menyampaikan sosialisasi mengenai instrumen akreditasi dalam pelaksanaan AIM Siklus 25 Tahun 2026.
Materi tersebut berfokus pada pentingnya pemahaman terhadap instrumen penilaian mutu, kesiapan dokumen pendukung, serta kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan akademik dan standar yang telah ditetapkan.
Pemahaman yang baik terhadap instrumen audit diharapkan membantu setiap program studi dalam melakukan evaluasi secara sistematis dan berbasis bukti.
“Instrumen audit menjadi alat untuk melihat kesesuaian antara standar yang ditetapkan dengan pelaksanaan di lapangan. Oleh karena itu, setiap unit perlu memastikan bahwa proses akademik, dokumen pendukung, dan hasil evaluasi dapat dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari peningkatan mutu,” tuturnya.
Baca Juga:
Gelar Edukasi Parenting Dharma Wanita Persatuan FBiPK UB Dorong Pola Asuh Modern
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Dr. Euis Elih Nurlaelih, S.P., M.Si. yang menyampaikan materi mengenai Tinjauan Mutu untuk Audit Internal Mutu Siklus 25 Tahun 2026.
Dalam konteks penjaminan mutu pendidikan tinggi, tinjauan mutu memiliki peran penting untuk mengevaluasi capaian standar, mengidentifikasi ketidaksesuaian, serta merumuskan tindakan korektif dan rencana peningkatan.
Hasil audit tidak hanya menjadi dokumen evaluasi, tetapi juga perlu ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan yang terencana.
“Tinjauan mutu merupakan tahapan penting untuk memastikan bahwa hasil evaluasi benar-benar ditindaklanjuti. Temuan audit perlu diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang jelas, terukur, dan berkelanjutan agar berdampak pada peningkatan kualitas institusi,” ucapnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama Tim Auditor FBiPK UB Siklus 25 Tahun 2026.
Forum ini memberikan ruang bagi para Ketua Program Studi dan peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai pelaksanaan audit, kesiapan instrumen, serta mekanisme tindak lanjut hasil evaluasi mutu.
Melalui penyelenggaraan AIM Siklus 25 Tahun 2026, FBiPK UB berupaya memperkuat budaya mutu yang melibatkan seluruh unsur pengelola pendidikan.
Partisipasi aktif program studi menjadi bagian penting dalam memastikan proses penjaminan mutu berjalan secara sistematis, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FBiPK UB dalam mendorong tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel, adaptif, dan berdaya saing.
Dengan penguatan audit internal dan tinjauan mutu secara berkelanjutan, fakultas berharap dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan serta mendukung pencapaian standar akademik di tingkat nasional maupun internasional.







