Malanginspirasi.com – Guna memperkuat ekosistem wirausaha di lingkungan kampus, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kunjungan studi banding ke Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya pada Senin (19/10/2026).
Rombongan FST UIN Malang yang terdiri dari lima orang pengelola program SAINTEKPRENEUR ini dipimpin langsung oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Akyunul Jannah, M.P.
Kedatangan mereka disambut secara resmi oleh Dr. Mochammad Bagus Hermanto selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FTAB UB di Ruang Sidang FTAB.
Langkah benchmarking ini diambil FST UIN Malang demi mengoptimalkan tata kelola program wirausaha mahasiswa mereka.
FTAB UB dijadikan referensi utama lantaran dinilai sukses mendirikan serta mempertahankan unit usaha mahasiswa yang mandiri dan berkelanjutan melalui Agritechno Business Centre (ABC) Mart, yang kini menjadi contoh ideal (role model) di Universitas Brawijaya.
Dalam sambutannya, Dr. Akyunul Jannah mengutarakan bahwa fokus utama dari studi banding ini adalah menyerap pengalaman serta menggali strategi pengelolaan wirausaha berbasis teknologi.
Baca Juga
FST UIN Malang ingin mempelajari secara komprehensif terkait model bisnis, struktur organisasi, hingga pola pembinaan mahasiswa yang diterapkan FTAB UB dalam membesarkan ABC Mart.
Sementara itu, Dr. Mochammad Bagus Hermanto memaparkan sejarah singkat unit bisnis tersebut.
Ia menjelaskan bahwa ABC Mart semula bernama ABC FTP UB (Agro Business Club Fakultas Teknologi Pertanian UB) yang berdiri sejak 29 Februari 2012 dan diresmikan oleh Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito pada 31 Maret 2012 saat menjabat sebagai Rektor UB.
“ABC Mart bukan sekadar toko, tapi merupakan laboratorium hidup kewirausahaan bagi mahasiswa. Di sini mahasiswa belajar mulai dari perencanaan bisnis, manajemen stok, keuangan, pemasaran digital, hingga pelayanan pelanggan secara langsung. Keuntungan yang diperoleh juga dikelola kembali untuk pengembangan kegiatan kemahasiswaan,” jelas Dr. Bagus.
Ia menambahkan, keberlanjutan ABC Mart tak lepas dari komitmen kepemimpinan fakultas, program pendampingan yang terpola, serta pemberian peran aktif bagi mahasiswa sebagai motor penggerak utama.
Pendekatan ini terbukti efektif membentuk karakter wirausaha mahasiswa FTAB yang kreatif, mandiri, serta kompetitif.
Antusiasme kedua belah pihak terlihat pada sesi diskusi yang berlangsung interaktif.
Topik bahasan meliputi mekanisme rekrutmen tim pengelola, pembagian fungsi kerja, penerapan teknologi digital dalam penjualan, hingga cara memajukan produk-produk lokal karya mahasiswa.
Melalui agenda kunjungan ini, kedua lembaga berharap dapat membangun jejaring kerja sama yang berkelanjutan.
Pengalaman serta wawasan yang didapatkan dari FTAB UB akan diadaptasi oleh FST UIN Malang untuk memperkokoh program SAINTEKPRENEUR dalam melahirkan wirausahawan muda yang berdaya guna bagi masyarakat.







