Malanginspirasi.com – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) menanda tangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FTAB UB dengan Pusat Riset Sistem Nanoteknologi, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa (20/10/2026) di Ruang Sidang FTAB UB.
Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menandatangani dokumen kerja sama bersama Kepala Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN, Prof. Murni Handayani, Ph.D.
Usung tema besar “Riset Nanoteknologi dan Bioteknologi untuk Pengembangan Material Fungsional Berkelanjutan Berbasis Biomassa”, kerja sama ini sebagai respons terhadap kebutuhan akan material ramah lingkungan yang memiliki nilai tambah tinggi dari potensi biomassa agroindustri Indonesia.

Adapun ruang lingkup perjanjian kerja sama ini mencakup beberapa aspek strategis.
Pertama, pelaksanaan riset bersama dalam bidang nanoteknologi dan bioteknologi untuk mengembangkan material fungsional berbasis biomassa.
Riset tersebut meliputi empat fokus utama, yaitu: nanoteknologi dan material fungsional; bioteknologi, bioproses, dan pemanfaatan biomassa/agroindustri; material berkelanjutan berbasis biomassa, biokomposit, material aktif, dan/atau material fungsional lainnya; serta pengembangan bioplastik dengan penguat nanomaterial.
Kedua, rincian riset bersama akan dilaksanakan pada topik yang telah ditentukan dan disepakati oleh kedua belah pihak.
Tahapan riset meliputi studi literatur, penyusunan kerangka konseptual, serta desain riset; identifikasi jenis biomassa atau limbah agroindustri potensial untuk dikonversi menjadi material fungsional; penyusunan desain pirolisis, sintesis atau formulasi, rancangan kebutuhan karakterisasi, serta protokol percobaan; hingga analisis dan/atau optimasi hasil sintesis atau formulasi.
Selain fokus pada riset, kedua pihak juga bersepakat untuk memperluas kolaborasi pada kegiatan ilmiah lainnya.
Baca Juga:
Program Dokar, FTAB UB Dukung UMKM di Situbondo dengan Smart Vacuum Sealer
Kolaborasi tersebut meliputi penyusunan buku akademik, penyusunan draf karya tulis ilmiah untuk jurnal internasional bereputasi, draf prosiding, hingga draf kekayaan intelektual (HKI/paten).
Kerja sama juga mencakup penyelenggaraan kuliah tamu, seminar, workshop, dan kegiatan ilmiah bersama lainnya.
Tidak hanya itu, PKS ini juga membuka peluang penyusunan proposal riset bersama yang dapat diajukan pada berbagai skema pendanaan, baik dari BRIN, Universitas Brawijaya, maupun sumber pendanaan lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kedua pihak juga sepakat untuk melakukan pemanfaatan bersama sarana dan prasarana riset, seperti laboratorium dan peralatan karakterisasi material yang dimiliki oleh masing-masing institusi.
Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis FTAB UB dalam menjawab tantangan pengembangan agroindustri masa depan yang berkelanjutan.
Potensi biomassa Indonesia yang melimpah harus diolah menjadi produk bernilai tinggi melalui sentuhan nanoteknologi.
“Kolaborasi dengan BRIN sebagai ujung tombak riset nasional akan mempercepat hilirisasi riset kami. Kami berharap dari kerja sama ini akan lahir material fungsional inovatif berbasis limbah agroindustri yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Murni Handayani menyambut baik kerja sama ini dan menilai FTAB UB memiliki kekuatan riset yang sangat relevan dengan fokus Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN.
Dengan adanya PKS ini, diharapkan FTAB UB dan BRIN dapat menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem riset nanoteknologi dan bioteknologi yang kuat, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian material berkelanjutan berbasis sumber daya lokal Indonesia.







