Malanginspirasi.com – Fenomena judi online (judol) yang semakin meluas menjadi persoalan berdampak serius di kalangan akademisi terutama dalam bidang kesehatan mental.
Dosen Psikologi Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Lutfi Hidayati Fauziah, mengungkapkan bahwa kecanduan judi online bukanlah hanya kebiasaan buruk saja.
Melainkan juga gangguan psikologis yang dapat merusak fungsi otak.
Rusaknya Fungsi Otak
Fungsi otak yang terkena merupakan bagian Prefrontal Korteks, yakni bagian otak yang berperan penting dalam pengendalian diri dan pengambilan keputusan seseorang.
“Judi online tingkatnya itu sampai kecanduan. Candu itu kan istilahnya ada perilaku berulang dan itu membuat sensasi menyenangkan di otak. Ketika Prefrontal Korteks sudah terkena, orang akan merasa tertantang dan ingin terus mengulangi,” jelas Lutfi.

Rasa Penasaran dan Candu
Menurutnya, sistem kerja situs judi online memang dirancang untuk menimbulkan rasa penasaran dan ketagihan seseorang.
Pemain akan terus merasa terdorong untuk mencoba lagi, terutama bagi seseorang yang pernah merasakan kemenangan dan memperoleh uang.
“Orang berpikir ketika sudah menang ingin mendapatkan lebih banyak lagi, padahal itu justru tanda kalau dia itu udah di tahap kecanduan,” tambahnya.
Kehilangan Kontrol Diri
Lutfi menjelaskan apabila seseorang sudah berada di tahap kecanduan, fungsi otak untuk pengendalian diri akan terganggu.
Kondisi ini menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran untuk menilai mana tindakan yang baik dan buruk.
“Jadi prefrontal korteks itu yang membedakan kita dengan hewan. Itu tuh penyeimbang, mengontrol, kesadaran, emosi, semua disitu. Nah kalau ketutup terlalu banyak dopamin, kesadaran dan kontrol diri hilang,” ungkapnya.
Dopamin dan Kepuasan Semu
Dopamin sendiri merupakan cairan dalam otak yang memunculkan rasa senang.
Dalam konteks judi online, kemenangan sekecil apapun dapat memicu dopamin yang membuat otak merasa puas dan ingin mengulanginya lagi.
Namun ketika kadar dopamin meningkat berlebihan, keseimbangan otak akan terganggu.
“Kalau prefrontal korteksnya udah ketutup, orang tidak akan berpikir logis lagi. Dia hanya akan berfokus bagaimana caranya mendapatkan uang, tanpa memikirkan konsekuensinya,” tutur dosen psikologi itu.

Dampak Finansial dan Moral
Sehingga dampaknya, pecandu judu online akan melakukan segala cara untuk terus bermain, termasuk berhutang, pinjol, bahkan mencuri.
“Jadi dia sampai mencoba segala cara, pinjam sana, nyuri sana, pinjam online. Kan kalau kita sadar, kita pinjem itu kan sesuai kemampuan kita bisa bayar apa enggak. Nah kalau mereka, pokoknya aku dapat uang dulu, baru nanti terserah nanti gimana akhirnya. Harus sampai menghalalkan segala caranya tadi,” pungkasnya.
Sebagai penutup, Lutfi menambahkan efek dari kecanduan judi online itu tidak hanya bermasalah kepada finansialnya, tapi kesehatan mentalnya.
“Jadi judol itu memainkan perasaan kita, contohnya wah dapet uang nih harus terus coba lagi nanti dapat lebih besar lagi. Lalu lama kelamaan akan zonk, dan pasti yang kena psikisnya karena kehilangan uang segitu banyak,” tutupnya.








