Danantara Indonesia Hadir di UMM, Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2025

Malanginspirasi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Studium Generale bersama Danantara Indonesia, di Basement Dom UMM pada Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Indonesia, Prof. Muliaman Darmansyah Hadad, dan juga dihadiri langsung oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik.

Foto bersama Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Indonesia, Prof. Muliaman Darmansyah Hadad dengan Rektor dan segenap civitas akademika UMM. (Riznima Azizah Noer)

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan Danantara Indonesia sebagai lembaga pengelola Sovereign Wealth Fund (SWF) yang berfokus pada penguatan ekonomi nasional melalui pengelolaan aset produktif milik negara.

Konsep yang diusung selaras dengan Visi Indonesia Emas 2025. Yakni mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan setara dengan negara maju melalui industrialisasi, hilirisasi, dan pengembangan sdm yang unggul.

Prof. Muliaman menjelaskan bahwa sosialisasi ini penting bagi masyarakat terutama mahasiswa umm untuk memahami fungsi dari Danantara Indonesia.

“Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini kehadiran danantara bisa dipahami bahwa dan antara bisa menjadi harapan kita untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada masa-masa yang akan datang,” ujarnya.

Prof. Muliaman Darmansyah Hadad saat menjelaskan visi misi Danantara Indonesia di Basement Dom UMM, Kamis (23/10/2025). (Riznima Azizah Noer)

Danantara Indonesia memiliki 4 fungsi utama dalam pengelolaan dana negara, seperti tabungan antar generasi untuk melindungi perekonomian dari volatilitas harga komoditas.

Kemudian sarana diversifikasi kekayaan nasional agar tidak ketergantungan terhadap satu sektor. Lalu mendukung pembangunan ekonomi sosial, serta upaya memaksimalkan hasil investasi jangka panjang untuk pengelolaan aset negara agar bermanfaat.

Dana Produktif Penggerak Ekonomi

Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, menjelaskan bahwa kehadiran Danantara Indonesia dapat menjadi sumber dana yang produktif di luar APBN yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Kalau hanya mengandalkan APBN, pertumbuhan ekonomi akan stagnan di angka 4-5% saja. Tapi dengan adanya dana produktif seperti Danantara, akselerasi bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik saat berbicara dengan awak media. (Riznima Azizah Noer)

Sebagai penutup ia menambahkan, kapitalisasi aset negara seperti lahan tidak produktif, rumah dinas, dan aset BUMN lainnya dapat mendukung sektor lainnya terutama dalam bidang pendidikan dan riset.

“Kaitannya dengan pendidikan misalnya itu dalam sisi investment managementnya. Itu berarti sumber dana produktif ini bisa juga digunakan untuk mendorong pendidikan. Ini bisa menjadi funding-funding untuk beasiswa dan lainnya,” tutupnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *