Malanginspirasi.com – Usai Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menobatkan beberapa tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagai pahlawan nasional, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengadakan tasyakuran.
Tasyakuran ini merupakan ide Ketua Fraksi PKB, Saniman Wafi, Str. Par.,.
Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur karena Gus Dur, Syaikhona Kholil dan Marsinah yang dinobatkan sebagai pahlawan nasional.
Ketiga tokoh ini merupakan inspirator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Tak hanya itu, acara ini menjadi kesempatan untuk mengenang kembali perjuangan ketiga pahlawan tersebut dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Perilaku Teladan Para Pahlawan Nasional
Terlebih lagi, jejak perjuangan Syaikhona Kholil sebagai pemimpin ulama se-Nusantara, beliau menanamkan bahwa rasa hubbul wathon (cinta tanah air) merupakan sebagian dari iman kepada santri-santrinya.
Tak lupa, beliau juga mengimplementasikan rasa cinta tanah air tersebut pada perlawanan santri terhadap para penjajah.
“Beliau juga memperjuangkan soal agama, selain mempertahankan tanah air karena sudah dijajah sangat lama oleh para penjajah,” ujar Ketua Fraksi PKB, Saniman Wafi, Str. Par., saat diwawancarai.
Selain itu, Ketua Fraksi PKB berpendapat bahwa banyak hal yang bisa diteladani dari Gus Dur yang pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia ke-4.
“Gus Dur mampu memanusiakan manusia, karena bagi beliau sebuah jabatan tidak bisa didapatkan dengan harus mengorbankan banyak nyawa,” tambah Wafi.
Terbukti saat Gus Dur akan dilengserkan, banyak pengikutnya yang siap membela dan mengorbankan nyawa. Akan tetapi, Gus Dur menolak ide tersebut dan memilih untuk turun dari jabatannya sebagai presiden.
Selain itu, selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Gus Dur lebih memihak kepada kelompok minoritas. Seperti dihapusnya peraturan terkait larangan perayaan Imlek secara terbuka.
Marsinah sendiri merupakan pahlawan wanita yang secara nyata memperjuangkan hak buruh hingga ikut dalam aksi unjuk rasa. Ia meninggal usai membantu teman-temannya untuk mendapatkan hak-hak mereka.
“Kita perlu memberikan apresiasi kepada negara yang telah memberikan nilai kepada Marsinah,” ujar salah satu Fraksi PKB. Selain itu, perwakilan PKB Nganjuk telah melakukan ziarah ke makam Marsinah.
Nilai-nilai itulah yang bisa menjadi acuan bagi seluruh masyarakat yang berkecimpung dalam urusan atau dunia pemerintahan. Diharapkan juga supaya bisa bersuara terkait kebenaran dan tidak diam saja demi kesejahteraan masyarakat Kota Malang.








