Malanginspirasi.com – Sebuah perusahaan bus di Kota Abashiri, Hokkaido, Jepang, mengambil langkah berani dengan merekrut pengemudi dari luar negeri, khususnya dari Indonesia.
Hal ini dianggap sebagai upaya proaktif mengatasi krisis kekurangan pengemudi yang semakin parah di seluruh industri transportasi Jepang.
Langkah ini mencerminkan persaingan ketat antar perusahaan bus dalam mempertahankan layanan transportasi umum di daerah mereka.
Program rekrutmen internasional ini dimulai seiring dengan ketatnya persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja lokal.
Perusahaan bus tersebut kini memperluas jaring rekrutmennya, tidak hanya berfokus di Hokkaido, tetapi juga menyasar pasar luar negeri.
Pekerja WNI
Salah satu rekrutan baru adalah Wil, seorang warga negara Indonesia yang baru direkrut minggu lalu.
Saat ini, Wil sedang menjalani pelatihan intensif untuk memahami secara mendalam peraturan dan etika lalu lintas Jepang.
”Rambu-rambunya ada banyak ya, Indonesia juga ada?” tanya instruktur kursus mengemudi kepada Wil dalam sesi pelatihan.
”Ya, ada,” jawab Wil.

Meskipun Wil sebelumnya adalah seorang guru bahasa Jepang di Indonesia dan tidak memiliki kendala bahasa.
Perusahaan bus sangat menekankan pentingnya asimilasi penuh terhadap budaya keselamatan jalan raya Jepang.
Dalam salah satu sesi, instruktur mengingatkan,
“Pastikan memperhatikan pejalan kaki agar terhindar kecelakaan.”
Wil mengungkapkan antusiasmenya untuk bergabung dengan industri di Jepang. Ia menilai lingkungan kerja di negara tersebut sangat kondusif untuk pengembangan diri.
”Jepang memiliki tingkat keselamatan dan layanan yang tinggi,” ujar Wil. “Saya ingin berkembang di lingkungan itu.”
Presiden Abashiri Bus, Tomotaka Ozawa, mengakui bahwa kekurangan pengemudi telah menjadi masalah serius yang memukul seluruh industri.
Ia melihat rekrutmen internasional sebagai solusi penting untuk menjamin layanan yang aman dan nyaman bagi penumpang.
”Seluruh industri mengalami kekurangan pengemudi, sehingga setiap perusahaan bersaing untuk merekrut,” kata Ozawa.
“Kami harus memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi penumpang, jadi ingin fokus pada pengembangan pengemudi” tambahnya.
Inisiatif rekrutmen WNI ini diharapkan dapat menjadi model bagi perusahaan bus lain di Jepang yang menghadapi tantangan serupa.
Dengan memastikan integrasi dan pelatihan yang memadai, perusahaan bus Abashiri berharap dapat mempertahankan kualitas layanan transportasi publik.
Di mana merupakan nadi kehidupan sehari-hari bagi masyarakat di daerah tersebut.








