Malanginspirasi.com — Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) merayakan HUT ke-94 pada Kamis (11/12/2025) di Kantor Majelis Agung GKJW, Jalan Slamet Supriadi No. 18, Sukun, Kota Malang.
Perayaan tahun ini membawa pesan kuat melalui tema ‘Menyala GKJW Ku,’ yang menegaskan ajakan bagi setiap jemaat untuk terus bersinar dan menjadi berkat bagi masyarakat.
Acara dipimpin oleh Pendeta Natael Hermawan, Ketua Majelis Agung GKJW.
Perjalanan Sejarah GKJW
Ia menjelaskan bahwa ulang tahun ke-94 ini menjadi momentum penting untuk menengok perjalanan sejarah GKJW sejak berdiri pada 11 Desember 1931 di Mojowarno, Jombang.
Menurutnya, usia 94 tahun adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika.
GKJW pernah menghadapi masa tersulit pada pendudukan Jepang tahun 1942–1945, ketika banyak tokoh gereja dipenjara karena dituduh sebagai antek Belanda. Bahkan beberapa di antaranya meninggal dunia.

“Dengan mengetahui dan menulis sejarah, kita menambah semangat untuk melayani. Tantangannya berbeda dari masa lalu, tetapi GKJW harus tetap menyala dan menjadi berkat bagi Jawa Timur, bangsa, dan khususnya Kota Malang,” ujarnya.
Ajakan Perkuat Persatuan
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut menyampaikan pesan kepada seluruh hadirin.
Ia mengajak masyarakat Kota Malang untuk memperkuat persatuan dan toleransi, terutama di tengah keberagaman yang menjadi identitas kota.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Malang hanya dapat berjalan baik jika semua elemen masyarakat memiliki komitmen untuk menjaga harmoni.
“Oleh karena itu, marilah kita menyatukan energi yang kita miliki dengan membangun toleransi antarumat beragama. Saling menghargai, saling menghormati, menjauhkan diri dari kebencian, dan meningkatkan kualitas keragaman,” tutur Wahyu Hidayat.
Wali Kota Malang menambahkan bahwa kemajuan Kota Malang adalah hasil perjuangan bersama. Baik gereja, pemerintah, maupun masyarakat.
Ia mengakhiri penyampaiannya dengan ajakan untuk terus memperkuat persatuan demi masa depan yang lebih baik.

“Marilah kita bersama menjaga harmoni agar semangat kebersamaan yang tumbuh dapat menjadi landasan bagi langkah-langkah kebaikan di masa mendatang,” tutupnya.
Tema perayaan tahun ini dipilih untuk menegaskan peran personal setiap jemaat.
Kata “Ku” menunjukkan bahwa setiap individu dipanggil untuk menyalakan terang kehidupannya sebagai wujud nyata pelayanan.
Tema tersebut juga selaras dengan visi GKJW hingga tahun 2034, yaitu menjadi gereja yang mandiri dan menjadi berkat bagi masyarakat.
Perayaan ulang tahun ke-94 GKJW bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus peneguhan komitmen pelayanan.
Dengan tema ‘Menyala GKJW Ku,’ GKJW menegaskan tekad untuk terus menghadirkan terang dalam kehidupan jemaat dan masyarakat Kota Malang.








