Peringatan Hakordia 2025 di Kota Malang Diwarnai Pelayanan Publik, STMJ, dan Apresiasi Karya Siswa

Malanginspirasi.com — Puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di Kota Malang dengan tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi” berlangsung meriah pada Jumat (12/12) di halaman depan Balai Kota Malang.

Acara diawali dengan Senam Tahes Mbois Jumat (STMJ) dan dirangkaikan dengan penyerahan hadiah Lomba Poster serta Short Video Antikorupsi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini dihadiri jajaran Forkopimda, perangkat daerah, hingga para peserta lomba dari jenjang SMP.

Puncak peringatan HAKORDIA turut diramaikan dengan pelayanan publik terpadu dari berbagai instansi, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bapenda, Dispendukcapil, Puskesmas Janti, Samsat, Inspektorat Daerah/Paksi, PMI, Disnaker PMPTSP, hingga Imigrasi.

Peringatan Hakordia 2025 di Kota Malang Diwarnai Pelayanan Publik, STMJ, dan Apresiasi Karya Siswa
Senam Tahes Mbois Jumat (STMJ) yang berlangsung sejak pagi di depan halaman Balai Kota Malang. (Ananda Putri Noviana)
Fasilitasi Pelayanan Publik

Setiap stand memberikan layanan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari transparansi dan akses publik yang lebih mudah.

Saat meninjau stand Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa karya siswa yang dipamerkan akan dihimpun dan dimasukkan ke perpustakaan pemerintah sebagai bentuk apresiasi.

Dari Inspektorat Daerah, petugas melaporkan bahwa layanan konsultasi berlangsung setiap hari.

“Setiap hari kami melayani konsultasi tatap muka. Sebagian besar terkait berkas dan persiapan dokumen,” jelas petugas.

Sementara itu, Puskesmas Janti turut memaparkan inovasi layanan berbasis digital.

“Dilayani dengan QR tadi. Ini berarti yang tidak bisa gadget nanti kita bantu,” jelas tenaga kesehatan.

Dalam laporannya, Plt. Inspektur Daerah Kota Malang, Dwi Rahayu, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa peringatan HAKORDIA merupakan kampanye bersama untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Peringatan Hakordia 2025 di Kota Malang Diwarnai Pelayanan Publik, STMJ, dan Apresiasi Karya Siswa
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat berbicara dengan awak media. (Ananda Putri Noviana)

Kegiatan ini bertujuan mendorong kolaborasi lintas lembaga, memperkuat kesadaran publik, serta menumbuhkan budaya integritas di semua lapisan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian acara sebelumnya: dialog interaktif bersama 75 pemuda dan penilaian lomba pada 10 Desember, serta pameran pelayanan publik pada 11 Desember.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang menegaskan bahwa integritas merupakan dasar penting bagi pembangunan daerah.

“Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengevaluasi langkah-langkah pemberantasan korupsi yang telah dijalankan. Korupsi merusak sistem pemerintahan, melemahkan perekonomian, dan menciptakan ketidakadilan sosial,” ujarnya.

Ia juga memberi lima pesan utama: menjaga komitmen antikorupsi, memperkuat pengawasan, menghindari gratifikasi dan pungli, mengoptimalkan layanan digital, serta membangun budaya integritas sebagai karakter.

Wali kota juga mengapresiasi kreativitas siswa yang mengikuti lomba serta meminta agar senam antikorupsi diterapkan di seluruh SD–SMP sebagai bentuk pendidikan karakter.

Peringatan Hakordia 2025 di Kota Malang Diwarnai Pelayanan Publik, STMJ, dan Apresiasi Karya Siswa
Wali Kota Malang dan Inspektur Daerah Kota Malang menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba video pendek. (Ananda Putri Noviana)
Pentingnya Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini

Menurutnya, pendidikan antikorupsi harus dikenalkan sejak usia dini agar lebih membumi bagi generasi muda.

“Setiap sekolah sudah memiliki kegiatan antikorupsi yang dikemas tidak formal, melalui permainan, aplikasi, hingga inovasi lainnya supaya lebih menyenangkan,” jelasnya.

Para pemenang lomba short video dan poster antikorupsi berasal dari jenjang SMP.

Mereka dinilai berdasarkan kekuatan pesan, kreativitas visual, dan orisinalitas karya.

Hadiah yang diberikan berupa piala, piagam, serta uang pembinaan senilai Rp1.000.000 hingga Rp1.700.000.

Zara, salah satu pemenang lomba desain poster, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat.

Zara, pemenang lomba desain poster dalam rangka peringatan HAKORDIA 2025, saat berbicara dengan media Malang Inspirasi. (Ananda Putri Noviana)

“Menurut saya, korupsi sangat merugikan karena meningkatkan kemiskinan,” ujarnya. Zara berharap pemerintah terus memperkuat program antikorupsi.

Ibu Sari, warga yang hadir dalam kegiatan, menilai edukasi antikorupsi harus ditanamkan sejak dini.

“Supaya sejak kecil kita belajar jujur dan menjauhi korupsi dari hal-hal kecil,” ujarnya.

Ia berharap pelayanan pemerintah semakin transparan dan akuntabel.

“Mudah-mudahan Indonesia semakin maju dan praktik korupsi semakin berkurang, kalau bisa tidak ada sama sekali,” tambahnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *