Malanginspirasi.com – Pemerintah Kota Malang bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyelenggarakan seremoni penyerahan bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Selasa (20/1/2026), bertempat di Halaman Balai Kota Malang.
Sebanyak 200 unit becak listrik diserahkan kepada para pengemudi becak di wilayah Kota Malang.
Hal ini merupakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil sekaligus transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ahmad Soleh, S.IP., M.M.
Acara tersebut dihadiri Ketua Yayasan GSN Jawa Timur beserta jajaran, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra, Wali Kota Malang, Wakil Wali Kota Malang, Sekretaris Daerah Kota Malang, serta jajaran staf ahli, asisten, dan Sekretaris Dewan.
Selain itu, hadir pula kepala perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Malang, pimpinan BUMD dan RSUD Kota Malang, perwakilan PT Pindad (Persero), Manajer PLN UP3 Malang, serta para penerima bantuan becak listrik.
Melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan yang bersumber dari dana pribadi sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat rentan. Terkhusus para pengemudi becak lanjut usia.

Perhatian Besar Pesiden Terhadap Masalah Sosial
Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap realitas sosial di mana masih banyak warga lanjut usia yang harus bekerja berat demi memenuhi kebutuhan hidup.
“Luar biasa, saya mau nangis. Tidak boleh di negara merdeka, sekian puluh tahun, rakyat kita harus narik becak umur 70 tahun. Tidak boleh. Tidak boleh,” tegas Presiden Prabowo Subianto dalam video profil yang ditayangkan di pertengahan acara.
Ia menambahkan, “Kami bahagia kalau kami bisa bekerja untuk rakyat. Kebahagiaan seorang pemimpin adalah kalau rakyatnya bisa senyum. Kalau kalian senyum, kami lebih bahagia di dalam hati.”
Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Letjen TNI (Purn.) Dr. Teguh Arif Indratmoko, S.E., M.M., dalam sambutannya menjelaskan bahwa program becak listrik merupakan bagian dari agenda besar Presiden Prabowo untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat miskin dan lanjut usia.
Prioritas Penerima Bantuan Becak Listrik

Prioritas penerima ditujukan bagi pengemudi becak berusia 70 tahun ke atas, kemudian bertahap ke usia 60 dan 50 tahun.
“Berdasarkan pendataan kami, populasi becak di seluruh Indonesia sekitar 80 ribu unit. Tahun 2025 telah diproduksi 10 ribu unit, dan pada tahun 2026 serta 2027 sudah dipesankan sebanyak 70 ribu unit kepada PT Pindad. Insyaallah seluruh pengemudi becak di Indonesia akan menerima becak listrik ini,” ujar Teguh.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut sepenuhnya gratis.
“Becak listrik ini bantuan dari Bapak Presiden melalui dana pribadi. Tidak dipungut biaya satu rupiah pun, bukan dari APBN,” tegasnya.
Teguh juga mengingatkan agar becak listrik tidak diperjualbelikan dan digunakan sesuai peruntukannya.
Lebih lanjut, Teguh menyampaikan bahwa becak listrik dirancang ringan, ramah lingkungan, serta memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata.
“Becak listrik ini bebas emisi dan bisa dimodifikasi secara estetis untuk mendukung wisata kota, sehingga penghasilan pengemudi diharapkan meningkat,” tambahnya.
Ia menyebutkan adanya rencana penyediaan titik pengisian daya di pangkalan becak serta kemungkinan pengembangan aplikasi pemesanan khusus becak listrik.
Selain itu, Yayasan GSN juga memiliki berbagai program sosial lain. Mulai dari bantuan pendidikan, kacamata pintar bagi penyandang disabilitas, hingga program kesehatan bagi tuna rungu.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada warga Kota Malang.
200 Unit Becak Listrik Siap Disalurkan

Menurutnya, bantuan 200 unit becak listrik ini merupakan tahap awal yang akan terus berlanjut.
“Sebanyak 200 unit ini merupakan pengadaan tahun anggaran 2025. Insyaallah pada tahun 2026 akan ditambah lagi, sehingga seluruh pengemudi becak di Kota Malang dapat menerima bantuan becak listrik,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan bahwa becak listrik tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat, penguatan daya tarik wisata kota, serta komitmen menjaga kualitas lingkungan.
“Becak listrik memberikan nilai estetika dan kenyamanan lebih bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata heritage Malang tanpa suara bising dan tanpa emisi,” jelasnya.
Pemerintah Kota Malang juga akan menindaklanjuti bantuan ini melalui penyusunan Peraturan Wali Kota, pembentukan paguyuban becak listrik di bawah naungan Dinas Perhubungan, penataan tarif, jalur operasional, serta kerja sama dengan PHRI dan agen perjalanan.
“Kami ingin memastikan bantuan ini dikelola dengan tertib, berkelanjutan, dan benar-benar memberi manfaat nyata,” tegas Wahyu.
Sebagai penanda sah penyerahan bantuan, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima oleh perwakilan Yayasan GSN, Wali Kota Malang, dan penerima manfaat.
Penyerahan simbolis ditandai dengan pemberian charger dan mock-up becak listrik kepada empat perwakilan penerima, yakni Mbah Rasmun (100 tahun) dari Bareng, Bapak Ahmad Sayiudin (76 tahun), Bapak Muhammad Asnan (85 tahun), dan Bapak Kamit Sugiono.
Kesan haru dan rasa syukur disampaikan langsung oleh para penerima bantuan.
Mbah Rasmun, pengemudi becak tertua berusia 100 tahun, menyampaikan ungkapan sederhana namun penuh makna. “Terima kasih. Terima kasih,” ucapnya lirih.
Rasa Syukur Pelaku Usaha Becak Terhadap Bantuan Presiden

Bapak Kamit Sugiono mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas becak listriknya. Semoga bermanfaat bagi abang becak di Kota Malang. Saya doakan Bapak Presiden diberikan umur panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Ahmad Sayiudin yang telah 20 tahun menjadi pengemudi becak menegaskan bahwa bantuan tersebut diterima tanpa pungutan.
“Gratis, mboten bayar. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas becak listriknya,” katanya.
Hal senada disampaikan Bapak Muhammad Asnan.
“Matur sembah nuwun Bapak Presiden Prabowo Subianto. Terima kasih atas becak listriknya,” ujarnya penuh haru.









ide yg bagus