Malanginspirasi.com – Kota Malang jadi bagian program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang akan mencakup pembangunan drainase dan bozem,
NUFReP adalah program penguatan ketahanan banjir perkotaan lewat penanganan fisik serta nonfisik melalui dana lembaga internasional lewat pemerintah pusat.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto.
Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kota Malang, realisasi program NUFReP ini mencakup pembangunan drainase serta mini bozem di kawasan Jl. Bondowoso sampai kawasan Tidar.
Ia katakan saat ini program NUFReP tengah dalam proses lelang oleh pemerintah pusat.
“Total nilai bantuan sekitar Rp145 miliar,” jelasnya, Selasa (20/1/2026). “Pengerjaan proyeknya direncanakan tahun ini.”
Tinjau Proyek Drainase Suhat Malang, Wagub Jatim Sebut Akan Kawal Hingga Fungsi Maksimal
Fungsi bozem adalah tempat penampungan air sementara sebelum masuk ke saluran utama yang baru.
Selain kawasan terebut, kata Dandung, proyek NUFReP juga cakup pembangunan drainase di Jl. Jaksa Agung Suprapto dengan outlet saluran menuju kawasan Metro di Tidar.
Penandatanganan kontrak dilakukan antara akhir Februari atau awal Maret 2026 apabila sesuai jadwal, imbuh dia.
Setelah penandatanganan, pekerjaan konstruksi dapat dimulai dengan target proyek selesai awal 2027.
“Pengerjaannya akan ggunakan box culvert berukuran 2-3 meter dan dilakukan di tengah jalan,” jelasnya. “Jadi butuh tahapan serta pengaturan lalu lintas secara cermat.”
Harapannya program ini berjalan sesuai rencana atau tahapan yang ditetapkan.







