Peluncuran Pakaian Khas Kota Malang di HUT ke 112, Ini Sejarah dan Makna Desain Kerennya

Malanginspirasi.com –  Pakaian khas Kota Malang yang diluncurkan tepat pada HUT Kota Malang ke-112 hari ini, 1 April 2026 memiliki banyak makna.

Wali Kota Malang, Ir. Wahyu Hidayat dan segenap jajaran di Pemerintah Kota Malang mengenakan pakaian tersebut  dalam acara HUT Kota Malang yang berlangsung di Balai Kota Malang

Tentunya ada pesan khusus yang terkandung dalam desain pakaian dengan desain khas dan berwarna hitam.

Dikutip dari akun Instagram resmi Pemerintah Kota Malang, pakaian tersebut tak hanya merayakan perjalanan waktu, namun juga merawat jati diri.

Wali Kota Malang, Ir. Wahyu Hidayat M.M dan Ketua DPRD Kota Malang periode 2024-2029 Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S. saat acara HUT Kota Malang ke 122 pada 1 April 2026 (Istimewa)

Peluncuran pakaian khas tersebut bukan sekadar busana namun mengisahkan sejarah panjang serta nilai juga karakter masyarakat Malang yang tangguh, elegan, serta selalu siap bergerak.

Setiap detailnya adalah simbol bahwa tradisi tidak ditinggalkan, melainkan dihidupkan kembali agar tetap relevan dengan zaman.

Rancangan Pakaian Khas Kota Malang sesuai kajian nilai sosial budaya masyarakat.

Pakaian ini terdiri dari beskap hitam dengan kemeja putih berkerah tinggi, berpadu dengan kain batik panjang serta aksesori pejabat seperti selempang dan abi belt.

Penutup kepala menggunakan topi Ambtenaar yang terinspirasi tradisi militer keraton Mataram.

Dalam perkembangannya, kain panjang dinilai kurang praktis untuk aktivitas lapangan.

Karena itu pakaian khas yang baru ini menghadirkan kain yang dikenakan diata lutut dan berpadu dengan celana panjang hitam.

Baca Juga:

Peringati HUT Kota Malang ke 112, Wali Kota Malang Pimpin Ziarah ke Makam Leluhur Ki Ageng Gribig

Desain tersebut mencerminkan kesiapsiagaan pejabat dalam bekerja secara cepat dan langsung di lapangan.

Busana ini terinspirasi dari pakaian yang dikenakan Raden Adipati Ario Soeriodiningrat (Raden Sjarip) yaitu Bupati Malang periode 1898 – 1934.

Pakaian Khas Kota Malang terkini dirancang bagi pria dan wanita yang terdiri dari elemen khas yakni udeng, selempang, abi belt, baitk motif Tugu Pecah Kopi, kain sembong pendek dan jas berkerah rever dengan sentuhan ornamen tertentu.

Bergaya formal klasik elegan dengan perpaduan budaya lokal dan nuansa kolonial, busana ini dapat digunakan dalam berbagai kegiatan masyarakat dan pemeritnahan sekaligus memperkuat citra Kota Malang.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *