Pakisaji Bergelora Rayakan HUT ke-80 RI dengan Pentas Seni

Malanginspirasi.com – Pakisaji bergelora meskipun perayaan kemerdekaan sudah lewat satu bulan, Jl. Flamboyan, Desa Pakisaji, baru mengadakan pentas seni untuk merayakan HUT-ke 80 RI.

Pentas seni ini dilangsungkan mulai malam hari pukul 21.00-24.00 di malam Minggu. Di bawah gemerlap lampu jalan dan rangkaian hiasan spanduk.

Meskipun disuasana yang cukup dingin, warga Desa Pakisaji masih sangat antusias dengan berlangsungnya acara ini.

Sekitar panggung dipenuhi oleh tawa anak-anak dan riuh percakapan warga. Tak lupa, ada beragam jajanan kaki lima yang berjejer dengan rapi.

Mulai dari telur gulung, cilok, dimsum, corndog, kacang rebus, hingga berbagai minuman yang disukai oleh anak-anak. Para penjual membuat suasana lebih hidup dan semarak.

Telat Sebulan, Warga Pakisaji Tetap Bergelora Rayakan HUT-80 RI
Warga Antusias Menantikan Berlangsungnya Pentas Seni. (Azizah)

Acara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonsesia Raya bersama warga. Kemudian pembacaan doa oleh salah satu panitia, mengawali suasana yang khidmat dan hangat.

Keseruan ragam acara

Pembuka dari acara ini berlanjut dengan penampilan tari remo oleh anak-anak, yang diiringi oleh musik gamelan, menambah nuansa tradisional.

Setelah tarian pembuka, dilanjut dengan karaoke oleh bapak-bapak Desa Pakisaji yang membuat suasana semakin seru.

Suara nyaring dan canda tawa memenuhi seisi panggung malam itu.

Acara utama dari pentas seni ini adalah ludrukan. Ludruk malam itu telah berhasil memukau para warga, dengan sentuhan humor dan kritik sosial.

Bapak-bapak yang memerankan membawakan adegan-adegan yang mampu mengundang tawa sehingga sukses membuat warga terhibur

Nggak cuma hiburan doang loh, pentas seni ini juga menjadi sarana agar dapat mempererat kebersamaan antar warga.

Yang pastinya juga untuk mewariskan budaya kepada generasi muda.

Dari anak-anak hingga lansia duduk berdampingan untuk menikmati pentas seni ini, saling berbagi cerita, dan menikmati pertunjukan bersama.

Dari pentas seni ludruk di desa Pakisaji ini, bukan hanya sekedar perayaan HUT RI saja, melainkan bentuk pelestarian budaya juga.

Tari remo, karaoke, hingga ludruk, menjadi bukti bahwa tradisi ini masih melekat dengan masyarakat.

Harapannya, tradisi ludruk, tari remo, dan bentuk hiburan tradisional lainnya tidak hilang ditelan zaman.

Melainkan terus hidup sebagai bagian dari budaya Pakisaji yang kaya akan rasa persaudaraan dan kebersamaan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *