10 Bulan Latihan, PSMGGB UIN Malang Kembali Raih Penghargaan

Malanginspirasi.com – Mengesankan, Paduan Suara Mahasiswa Gema Gita Bahana (PSMGGB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali meraih penghargaan.

Kali ini di The Fifth International Bandung Choral Festival (IBCF) kategori Pop-Jazz dan Folksong.

IBCF sendiri merupakan kompetisi paduan suara tingkat internasional yang diselenggarakan di Bandung dan telah dilaksanakan sejak tahun 2017.

Rangkaian acara kompetisi ini berlangsung mulai tanggal 9 Oktober hingga 12 Oktober 2025.

Ditutup dengan acara penghargaan sekaligus penutupan festival.

Tentang IBCF

Lembaga Bandung Choral Society dan tokoh masyarakat Tommyanto Kandisaputra memprakarsai IBCF.

Kompetisi ini bertujuan untuk mencetak paduan suara yang berkualitas dan penuh pengalaman, sambil memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.

Selain itu, melalui kompetisi para peserta juga dapat membangun relasi dengan paduan suara dari berbagai negara.

Persiapan Selama 10 Bulan
10 Bulan Latihan, Paduan Suara Gema Gita Bahana UIN Malang Kembali Raih Penghargaan
Adhi Setiko, salah satu peserta IBCF. (Adhi Sethiko)

PSMGGB UIN Malang menyiapkan diri untuk kompetisi ini selama 10 bulan.

Pada awalnya, mereka berlatih dua hingga tiga kali seminggu dengan jadwal yang tidak terlalu ketat.

“Biasanya kita latihan dari jam empat sore sampai jam delapan malam, diawali dengan pemanasan atau peregangan otot biar tubuh tidak kaku saat bernyanyi. Terus pemanasan vokal sesuai dengan tipe suara masing-masing,” Ujar Adhi Sethiko, salah satu anggota PSMGGB UIN Malang yang mengikuti IBCF.

Menurut Adhi, ketika merasa lelah saat latihan, ia memberikan self-reward dengan makan.

Asalkan tidak menyantap makanan pedas untuk menjaga kualitas suaranya.

Ia juga mengaku susah fokus pada gerakan tangan konduktor (artistic director) selama latihan hingga hari kompetisi.

Peserta Internasional

Salah satu peserta negara lain yang sukses mencuri perhatian adalah Korea Selatan.

Kelompok paduan suara asal negeri ginseng itu membawakan lagu daerah yang sangat kental.

Selain itu, yang mengagumkan ialah mereka mampu membawakannya dengan penuh semangat dan suara yang tetap stabil.

Meskipun begitu, dengan banyaknya peserta IBCF, PSMGGB UIN Malang mampu membawa pulang medali kategori pop-jazz.

Salah satu yang menonjol dan mencuri perhatian pada persiapan PSMGGB UIN Malang ialah kostumnya.

Mereka membawakan dan memakai baju adat pernikahan Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

“Temen-teman itu dibuat berpasangan laki-laki dan perempuan karena konsep kostumnya memakai baju adat nikah. Sampai kita menjuluki kostum “nikah massal” karena megah banget, dan juri dari Malaysia memuji kostum kami,” ujar Adhi.

10 Bulan Latihan, Paduan Suara Gema Gita Bahana UIN Malang Kembali Raih Penghargaan
Para anggota berkostum adat dari Sabang hingga Merauke. (Adhi Sethiko)
Rencana dan Harapan

Ia menambahkan bahwa kompetisi ini mungkin menjadi yang terakhir baginya.

Dikarenakan ia harus fokus pada pengerjaan skripsinya.

Meskipun begitu, PSMGGB UIN Malang tetap berencana mengikuti lomba-lomba tingkat Internasional.

Saat ini mereka tengah mempersiapkan kompetisi di Tokyo atau negara Eropa.

Pengalaman Berharga

Selama menjadi anggota PSMGGB UIN Malang, Adhi mengaku mendapat banyak sekali pengalaman. Ia bahkan ditunjuk sebagai Manager Artist.

Ia bertanggung jawab atas seluruh permasalahan para penyanyi.

Dari situ, ia belajar meningkatkan tanggung jawab, manajemen waktu dan kemampuan menjadi penengah antaranggota.

Sebagai penutup, Adhi berpesan kepada seluruh anak muda untuk selalu percaya diri dan mengenali diri sendiri.

“Jangan pernah takut, ambil dulu langkah pada sesuatu yang ingin kamu lakukan,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *