Pameran Instalasi Lukisan Batik Bertema Zodiak di UB, Sosok Perempuan Jadi Sumber Inspirasi

Malanginspirasi.com – Gedung Auditorium Universitas Brawijaya (UB) menjadi saksi atas hadirnya karya instalasi lukisan batik yang unik dan penuh filosofi dari seniman Bambang Sarasno, pada Selasa, (18/11/2025)

Sarasno menghadirkan deretan lukisan batik bertema zodiak yang memadukan unsur budaya Jawa dan kearifan lokal.

Sarasno menjelaskan bahwa ketertarikannya pada zodiak bukanlah hal baru.

“Kalau topiknya itu kita mau bicara zodiak, ini sebetulnya sejak tahun 1974 saya sudah orientasinya ke sana,” ujarnya.

Namun, baru pada 2005 ia mulai mengolah gagasan tersebut menjadi karya batik yang lebih terarah dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Sarasno mengaku memiliki kegelisahan sendiri terkait cara masyarakat memahami batik.

Menurutnya, banyak orang mengenal batik sebagai identitas budaya, namun tidak memahami proses di balik pembuatannya.

Pameran Instalasi Lukisan Batik Bertema Zodiak di UB, Sosok Perempuan Jadi Sumber Inspirasi
Bambang Sarasno bersama Malang Inspirasi. (Riznima Azizah Noer)

“Pemerintah sebenarnya sudah memberikan slogan-slogan bagus, warisan bangsa, UNESCO, tapi belum menyeluruh. Karena enggak menceritakan persoalan teknis dari batik itu,” jelasnya.

Ia juga menyoroti maraknya produk bermotif batik yang dijual murah tanpa memahami teknik asli. Fenomena ini menurutnya ikut mendegradasi nilai batik.

“Yang seperti batik 20 ribuan, 10 ribuan diobral itu dibilangnya batik. Betapa murahnya kita,” ungkap Sarasno dengan kesedihan.

Baginya, batik bukan sekadar motif atau budaya, tetapi sebuah teknik. Selama karya dibuat dengan teknik perintangan hingga menghalangi bagian tertentu dalam proses pewarnaan, maka itulah batik.

Angkat Tema Indonesia

Dengan perspektif tersebut, ia berusaha mengembangkan karya yang tetap mengangkat tema Indonesia tetapi sesuai untuk generasi muda saat ini.

Pemilihan zodiak sebagai tema karya pun didasari pertimbangan yang matang.

Ia menganggap bahwa zodiak sifatnya universal, dikenal oleh banyak negara, dan memiliki kesamaan unsur filosofi seperti batik Jawa.

“Dalam zodiak itu ada cerita, ada harapan, dan ada doa,” imbuh Sarasno.

Sarasno juga menyesuaikan konsep ini agar dengan pendekatan yang lebih menyenangkan bagi anak muda.

“Saya mencoba pakai konsep learning with fun, mengetahui sesuatu yang lebih menyenangkan buat Gen Z,” tambahnya.

Pameran Instalasi Lukisan Batik Bertema Zodiak di UB, Sosok Perempuan Jadi Sumber Inspirasi
Salah satu karya yang terinspirasi dari zodiak Libra. (Riznima Azizah Noer)

Menariknya, setiap karakter zodiak dalam karyanya digambarkan menghadap ke samping, bukan ke depan.

Ini merupakan bentuk penghormatan pada wayang kulit, yang selalu ditampilkan dari sisi samping.

Ornamen dan visual yang ada di lukisan tersebut juga tetap mempertahankan nuansa Indonesia.

Sarasno juga menjelaskan alasan banyak tokoh perempuan muncul dalam karyanya.

Selain faktor estetika, alasan itu hadir dari pengalaman pribadinya sebagai penyandang disabilitas.

Ia bercerita bahwa peran ibunya sangat besar dalam hidupnya.

“Saya hingga menjadi seperti ini karena ibu saya, perannya seorang ibu, perannya seorang perempuan. Dan itu perannya penting sekali untuk yang namanya character building dan apapun, itu kuncinya ada di ibu. Kuncinya ada di perempuan,” tutupnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *