Malanginspirasi.com – Dalam rangka mendukung pagelaran seni tari dan musik MGMP Kota Malang, Batikiss menyelenggarakan pelatihan membuat batik secara gratis.
Kegiatan berlangsung di Multi Purpose Area, Lantai 4 Malang Creative Centre (MCC), pada Rabu (17/12/2025) pukul 08.00–12.00 WIB dan terbuka untuk umum.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pameran karya siswa dari berbagai sekolah, tetapi juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung teknik membatik.
Ibu Mega, guru pendamping dari SMP Kartika IV-9 Malang, menekankan pentingnya kegiatan ini bagi siswa.
“Anak-anak datang ke sini tidak hanya melihat pameran, tetapi bisa berlatih membatik juga. Dengan kegiatan ini, mereka lebih mengenal proses dan teknik membatik,” jelasnya.
Tumbuhkan Minat Siswa dalam Membatik

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar membatik lebih lanjut di sekolah.
Pemilik Batikiss, Belinda Dewi Regina, hadir sebagai pelatih sekaligus sponsor kegiatan.
Belinda menjelaskan bahwa peserta dapat mencoba berbagai teknik batik, termasuk batik tulis, batik lukis, dan batik shibori.
Pelatihan menyediakan peralatan lengkap, mulai dari canting, kompor, lilin, kain, wajan, pewarna, hingga water glass.
“Untuk peserta, pembuatan batik skala kecil memakan waktu sekitar setengah jam, mulai dari membuat pola, mencanting, hingga pewarnaan dan pemberian water glass,” terangnya.
Pelatihan Gratis & Reguler dari Batikiss

Selain memberikan pelatihan gratis pada event ini, Batikiss juga menawarkan pelatihan membatik reguler sekaligus menjual produk batik.
Batikiss memiliki motif khas sendiri, seperti motif madu atau lebah madu, dan ke depannya bertujuan untuk mengembangkan budaya membatik lokal.
“Harapannya, kegiatan ini dapat melestarikan budaya batik, khususnya di Malang dan sekitarnya, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.
Untuk informasi, kain batik tulis ukuran dua meter dijual sekitar Rp300.000.
Produk Batikiss dapat diperoleh secara offline maupun online melalui Tokopedia, Shopee, Instagram, Facebook, dan TikTok dengan nama Batikiss.
Kesan Peserta Pelatihan Batik

Salah satu peserta, Amira Salsabila dari SMP Kartika IV-9, mengaku terkesan dengan pengalaman mengikuti pelatihan batik.
“Aku merasa lebih terikat dengan kultur Jawa. Pengajaran dari pelatih jelas dan sistematis, mulai dari sketsa, penebalan dengan lilin, hingga pewarnaan. Aku juga senang bisa mengekspresikan ide sendiri dalam batik yang dibuat,” tuturnya.
Amira menambahkan, metode pengajaran yang terstruktur membuatnya mudah mengikuti setiap tahapan pembuatan batik.
Ia berharap budaya batik dapat semakin dikenal dan diapresiasi oleh generasi muda.
“Karena ini adalah budaya yang paling underrated, semoga ini menjadi lebih populer dan ada yang lebih bangga lagi,” ungkapnya.
Pelatihan batik gratis oleh Batikiss ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memperkaya pagelaran seni MGMP Kota Malang.
Acara ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan pengalaman praktik langsung bagi para peserta.








