Hari Terakhir Kuliah di Malang, Mahasiswa UB Ini Bagikan Momen Pamitan dengan Warung Favoritnya dan Bikin Netizen Terharu

Malanginspirasi.com – Sebagai kota pendidikan, Malang tak hanya selalu kedatangan ribuan mahasiswa setiap tahunnya, tapi juga banyak yang pada akhirnya harus pergi meninggalkan kota ini.

Bagi banyak anak rantau, perpisahan bukan hanya soal meninggalkan kota, tetapi juga teman dan orang yang sudah seperti keluarga sendiri.

Hal ini pulalah yang dirasakan Annisa Adinda, mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Brawijaya (UB) asal Magetan yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Malang.

Dinda, sapaan akrabnya, membagikan momen haru perpisahannya ini di akun TikTok miliknya @diindahaw.

Video postingannya ini berhasil FYP dan mengundang atensi warga net dengan total penonton lebih dari 2 juta kali dengan 357 ribu lebih like per pagi ini, Senin (11/8/2025).

Dirinya membagikan momen haru saat berpamitan dengan warung-warung langganannya di sekitar area tempat tinggalnya di Ketawanggede Kota Malang.

“Hal-hal sederhana seperti membeli makan bisa menjadi kehangatan paling berarti selama aku merantau dan salah satu alasan aku bisa bertahan sampai hari ini. my heart is full,” tulisnya di unggahan videonya.

Tak heran, postingannya ini dibanjiri 2.800 lebih komentar hingga banyak yang ikut terharu.

Salah satunya akun dengan nama Rama yang menulis, “Ibu yg pertama sedih nya nembus ke layar.”

@diindahawhal-hal sederhana seperti membeli makan bisa menjadi kehangatan paling berarti selama aku merantau dan salah satu alasan aku bisa bertahan sampai hari ini. my heart is full 🤍♬ Semua Aku Dirayakan – Nadin Amizah

3,5 Tahun Merantau di Malang, Banyak Hal yang akan Dikenang

Dinda menempuh studi di UB sejak Agustus 2021. Akan tetapi karena pandemi Covid-19, ia baru merantau mulai Januari 2022 hingga Juni 2025. Selama 4 tahun itu, ia mengaku menemukan banyak hal berharga mulai dari teman-teman yang baik, keluarga teman yang ramah, hingga warga Malang yang hangat.

“Banyak sekali orang baik yang saya temui di Malang. Bagi saya, Malang adalah tempat untuk belajar, berproses, dan bertumbuh, baik secara akademik maupun pribadi,” ujarnya saat dihubungi.

Dinda juga bersyukur atas beasiswa yang diperolehnya dari UB selama kuliah.

Video yang sempat FYP itu sebenarnya Dinda buat sebagai kenang-kenangan pribadi. Sebelum pulang ke kampung halaman, ia membuat daftar warung yang ingin ia kunjungi untuk terakhir kalinya.

Dari daftar itu, hanya tiga penjual yang sempat ia datangi karena dirinya tengah sibuk berkemas. Di antaranya warung Bismillah (tahu telur), risol dan batagor Mang Iwan, dan gado-gado New Bumbu Panas (NBP).

Salah satu yang paling membekas baginya adalah penjual tahu telur yang mengantarnya hingga ke depan warung, lalu melambaikan tangan.

“Itu membuat saya merasa seperti benar-benar diantarkan pulang oleh keluarga sendiri,” kenangnya.

Dukung UMKM Lewat Konten Kuliner

Bukan sekali ini saja Dinda membuat konten tentang kuliner Malang. Sejak kuliah, ia rutin mengunggah review makanan UMKM di TikTok dengan tujuan membantu pedagang kecil yang lokasinya tersembunyi.

“Niat saya sederhana, yaitu membantu pedagang-pedagang kecil yang usahanya belum banyak dikenal, terutama yang berada di dalam gang atau jauh dari jalan utama, sehingga sulit dijangkau oleh pembeli,” imbuhnya.

Hari Terakhir Kuliah di Malang, Mahasiswa UB Ini Bagikan Momen Pamitan dengan Warung Favoritnya dan Bikin Netizen Terharu
Annisa Adinda, mahasiswa rantau asal Magetan di UB sekaligus pemilik akun @diindahaw. (Dinda)

Dengan membuat konten-konten tersebut, Dinda berharap usaha mereka bisa lebih dikenal dan ramai dikunjungi.

Ia pun berpesan kepada netizen agar terus mendukung UMKM.

“Sekecil apa pun pembelian kita, itu bisa menjadi bantuan berarti agar mereka dapat kembali berjualan esok harinya,” tambahnya.

Bagi Dinda, perpisahan dengan warung langganan hanyalah satu dari banyak kenangan yang akan ia simpan. Namun, lewat videonya yang viral ia berhasil mengingatkan banyak orang bahwa kehangatan kadang datang dari hal-hal paling sederhana.

Meski baru beberapa minggu meninggalkan Malang, Dinda yakin rasa rindunya akan semakin besar nanti.

“Saya yakin enam bulan atau satu tahun ke depan, saya akan sangat merindukan makanan khas Malang yang enak dan harganya terjangkau, serta keramahan warganya,” tutupnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *