Malanginspirasi.com – Cabang olahraga (cabor) Pencak Silat Kota Malang mempersiapkan diri secara intensif menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Belajar dari pengalaman sebelumnya yang kurang memuaskan, cabor ini bertekad tampil lebih maksimal di ajang mendatang, terlebih dengan status Kota Malang sebagai tuan rumah.
Sebanyak 26 atlet disiapkan untuk bertanding di Porprov Jatim 2025 dengan target raihan tiga medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu. Persiapan pun telah dimulai sejak Mei 2024.
Tri Wahyuni, selaku pengurus Bidang Prestasi IPSI Kota Malang, menyatakan bahwa pihaknya menginginkan hasil maksimal di ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.
“Kita melaksanakan latihan per bulan Mei 2024, itu latihannya tiga kali dalam seminggu,” ungkap Tri Wahyuni.
Menurutnya, intensitas latihan akan ditingkatkan menjadi setiap hari mulai Januari 2025. Program awal berfokus pada penguatan fisik para atlet, termasuk latihan daya tahan otot, kekuatan paru-paru dan jantung, kelenturan, kecepatan, serta daya ledak tubuh.
Setelah aspek fisik dinilai cukup, latihan akan berlanjut ke teknik-teknik khusus untuk pertandingan.
“Metode latihan khusus, seperti teknik pukulan, bantingan, tendangan, take down, dan gerakan-gerakan bawah,” jelasnya.

Didominasi Atlet Baru
Sebagian besar atlet yang akan bertanding merupakan wajah baru yang akan mencicipi atmosfer Porprov untuk pertama kalinya. Nantinya atlet putra dan putri ini akan mengikuti beberapa kelas di kategori tanding dan kategori seni.
Terkait kesiapan mental para atlet debutan, Tri menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi kendala serius.
“Kami bekerja sama dengan psikolog untuk memotivasi dan memberikan gambaran tekanan yang ada di lapangan,” ujarnya.
Guna mengukur kesiapan dan perkembangan teknik atlet, IPSI Kota Malang juga telah mengadakan try out di beberapa kota di Jawa Timur. Selain itu, dukungan dari Pemerintah Kota Malang dan KONI Kota Malang turut dirasakan oleh para atlet dalam bentuk pemberian vitamin dan uang saku.
Namun, Tri Wahyuni tak menampik adanya tantangan dalam proses latihan, terutama karena sebagian atlet masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Hal ini berdampak pada keterbatasan waktu latihan.
“Kami sudah meminta KONI untuk komunikasi ke lembaga, agar menjelang Porprov ini anak-anak diberikan dispensasi agar lebih fokus,” harapnya.
Tri Wahyuni pun menutup dengan harapan agar seluruh atlet bisa bertanding tanpa hambatan. Terutama dari segi kesiapan mental, sehingga mampu meraih hasil terbaik di Porprov Jatim 2025.







