Malanginspirasi.com – Striker Napoli, Romelu Lukaku, secara terbuka mengungkapkan keinginannya mengejar karier menjadi pelatih setelah pensiun sebagai pemain. Untuk mendukung hal itu, ia berencana mengambil lisensi kepelatihan pada akhir musim ini.
Namun Lukaku juga mengatakan saat ini fokus berjuang bersama Napoli untuk meraih gelar Serie A. Napoli kini berada di puncak klasemen, selisih 3 poin dengan Inter Milan yang berada di posisi kedua.
“Saya pikir saya ingin menjadi pelatih kelak. Tetapi di sisi lain, saya juga masih memiliki beberapa keraguan,” kata Lukaku kepada Radio CRC.
“Saya akan memulai lisensi kepelatihan saya di akhir musim. Mengambil kursus UEFA A dan UEFA B, lalu saya akan melihat apa yang ingin saya lakukan setelahnya,” lanjutnya.
Pemain Timnas Belgia itu mengaku terkesan dengan atmosfer luar biasa yang ia rasakan saat pemanasan pertandingan kandang pertamanya.
“Saya belum pernah mengalami hal seperti itu selama pemanasan. Setelah pertandingan, saya bertanya kepada Dries Mertens apakah selalu seperti ini. Dan dia mengkonfirmasi bahwa suasananya hampir selalu seperti ini,” ujarnya.
Sorak sorai dari penonton, menurut Lukaku, sangat memotivasi tim. Memberikan tekanan kepada lawan.
“Ketika hal itu terjadi, itu menjadi sulit bagi tim lawan,” tambahnya.
Sejak bergabung dengan Napoli dari Chelsea musim lalu dengan nilai transfer 30 juta poundsterling (Rp643 miliar), Lukaku memberikan kontribusi signifikan bagi tim besutan Antonio Conte itu dengan mencetak 10 gol dan 8 assist.
Setelah kepergian Khvicha Kvaratskhelia ke Paris Saint-Germain pada bursa transfer Januari, Conte menyesuaikan formasi tim, memasangkan Lukaku dengan Giacomo Raspadori di lini depan.
Komunikasi dan Kebersamaan
Lukaku menegaskan pentingnya komunikasi dan kebersamaan dalam tim.
“Kami semua memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi kami dapat bermain bersama. Ini juga membantu pelatih dalam mengambil keputusan. Kami juga akrab di luar lapangan. Setiap hari Selasa kami mengorganisir turnamen Call of Duty dengan 10-12 pemain,” tutur pemain berusia 31 tahun itu.
Lukaku, yang anak sulungnya bermain sebagai penyerang di akademi klub Anderlecht, Brussels, terikat kontrak dengan Napoli hingga musim panas 2027. Saat ditanya tentang perkembangan putranya, ia mengatakan:
Mengenai perkembangan putranya, ia memberikan dukungan penuh. Tapi juga enggan cawe-cawe.
“Ia ingin bermain di posisi penyerang, bukan bek. Secara teknis, ia lebih berbakat dari saya dan bekerja keras di Anderlecht. Tapi, tentu saja, saya tidak ikut campur tangan dalam pekerjaan pelatihnya,” tandas Lukaku.







