Malanginspirasi.com – Stopper Real Madrid, Eder Militao masih akan menepi saat timnya berlaga di pertandingan Piala Dunia Antarklub yang digelar pada musim panas ini.
Meski beberapa media sempat mengisyaratkan kembalinya sang pemain ke atas lapangan, tetapi hal tersebut belum mungkin terjadi. Lantaran ia dalam masa pemulihan karena cedera panjang.
“Pemain Brasil itu tidak akan tersebut tidak akan tersedia untuk Piala Dunia Antarklub, tetapi ia akan berada dalam kondisi sempurna untuk bersaing memperebutkan tempat awal pada pramusim mendatang,” demikian ulasan getfootballnewsspain.com, Jumat (11/4/2025) waktu setempat.
Eder Militao sendiri sudah absen sejak awal November 2024 kemarin. Sempat menepi hingga satu tahun gara-gara cedera ACL di lutut kiri, kini pemain kelahiran 1998 tersebut harus kembali absen lama karena cedera yang sama di lutut kanan.
Namun walaupun mengalami kemunduran yang sangat parah, ia tetap menikmati masa pemulihan yang solid sehingga lebih cepat dari jadwal dalam upaya segera kembali memperkuat Real Madrid.
Pilarnya Tumbang, Lini Belakang Los Blancos Keropos
Badai cedera menjadi ujian berat bagi konsistensi Real Madrid. Tumbangnya para pemain bertahan membuat raksasa Liga Spanyol itu dinilai kehilangan keseimbangan dan tengah menghadapi tantangan besar.
Belum lama ini, mereka harus susah payah menaklukkan Leganes dengan kemenangan tipis 3-2. Kemudian Madrid juga babak belum dalam mengamankan tiket final Copa del Rey.
Tim asuhan Carlo Ancelotti ditahan imbang Real Sociedad 4-4 pada leg kedua. Untungnya ada tabungan skor 1-0 yang diraih ketika bertandang ke markas skuad Erreala di leg pertama sebelumnya sehingga agregat 5-1 memastikan Madrid ke partai perebutan juara.
Paling baru, Kylian Mbappe dan kolega harus tunduk gara-gara tiga gol tanpa balas yang dilesakkan Arsenal. Kekalahan pahit itu terjadi dalam pertemuan pertama perempat final Liga Champions.
Brace Declan Rice dan gol semata wayang Mikel Merino jadi pukulan telak bagi Madrid. Ditambah satu kartu merah yang diterima Eduardo Camaviga pada injury time 90+4.
Kini Ancelotti tentu perlu bekerja lebih keras menemukan formula agar skuadnya tetap berdiri tegak di sisa kompetisi maupun Piala Dunia Antarklub mendatang.







